Meniti Titik, Memelankan Hidup Lewat Seni Pirografi Tandur Silir

Bagi Koko, seni pirografi bukan sekadar bisnis, melainkan cara untuk tetap menikmati proses kreatif di tengah dunia yang bergerak cepat.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Arsip Pribadi Tandur Silir
Koko (37) seniman pirografi asal Yogyakarta dalam proses membuat karya 'sulaman jarum api'. (Sumber: Arsip Pribadi Tandur Silir) 

Bagi Tandur Silir, seni pirografi bukan sekadar bisnis, melainkan cara untuk tetap "berjalan pelan" dan menikmati proses kreatif di tengah dunia yang bergerak serba cepat.

Tantangan Seniman Amatir di Era Digital

Menjalankan Tandur Silir bukan tanpa hambatan. Koko mengakui keresahannya sebagai small shop business owner yang harus merangkap banyak peran, mulai dari seniman, admin, hingga spesialis media sosial. 

Namun, ia terinspirasi oleh sosok Pinot, seniman Indonesia di Amerika Serikat yang tetap semangat berkarya secara manual meski di tengah keterbatasan.

Koko percaya bahwa kunci agar seniman tradisional tetap bertahan adalah melalui storytelling. 

Ia menyusun beberapa rubrik dalam sorotan media sosialnya, mulai dari Rubrik Tabik sebagai tempat Koko mengenalkan segala hal dibalik layar Tandur Silir. 

Kemudian Rubrik Renjana menjadi media untuk edukasi seni pirografi.

Lalu ada Rubrik Pituduh yang dominan berisi tips dan trik dalam berkesenian pirografi.

Terakhir yaitu Rubrik Andrawina yang menyuguhkan produk-produk karya dari Tandur Silir

Baginya, karya seni tidak bisa berdiri sendiri, ia butuh narasi untuk menyampaikan pesan dan emosi kepada penikmatnya.

Melalui narasi storytelling di berbagai rubrik, Koko tidak sekadar menyajikan produk namun, menuangkan kisah di balik setiap goresan api yang ia ciptakan. (MG|Axel Sabina Rachel Rambing) 

Baca juga: Fahlul Lukis Cerita Rakyat Pakai Pen Burner

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved