Jembatani SMK dan Industri Jepang, JAC Gelar Sosialisasi di Yogyakarta

Kegiatan yang berlangsung di SMKN 2 Yogyakarta tersebut diikuti perwakilan guru dari 16 SMK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Tayang:
Tribunjogja.com/IST
Para guru SMK di Yogyakarta bersama perwakilan Japan Association for Construction Human Resources (JAC) berfoto usai sosialisasi sektor konstruksi Jepang di SMKN 2 Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran guru sebagai penghubung informasi peluang kerja internasional bagi lulusan SMK, khususnya melalui skema kerja legal di sektor konstruksi Jepang 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dinilai memegang peran kunci dalam menyiapkan lulusan yang siap masuk ke pasar kerja global.

Atas dasar itu, Japan Association for Construction Human Resources (JAC) menggelar sosialisasi sektor konstruksi Jepang bagi para guru SMK di Yogyakarta, Selasa (9/12/2025) lalu, guna memperkuat pemahaman pendidik mengenai peluang kerja internasional yang legal dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di SMKN 2 Yogyakarta tersebut diikuti perwakilan guru dari 16 SMK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Sosialisasi difokuskan pada pengenalan peluang kerja di sektor konstruksi Jepang bagi lulusan SMK, termasuk sistem penempatan tenaga kerja, manfaat bekerja di industri konstruksi Jepang, serta standar keselamatan dan perlindungan kerja yang diterapkan.

Chief JAC Kano Motoko mengatakan, Jepang masih membutuhkan tenaga kerja terampil dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.

Menurut dia, kualitas lulusan SMK Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor konstruksi, asalkan dibekali informasi dan persiapan yang tepat sejak di bangku sekolah.

“Indonesia memiliki banyak talenta muda yang kompeten. Namun, agar potensi itu dapat terserap dengan baik, informasi mengenai jalur kerja di Jepang harus dipahami secara benar, terutama oleh para guru. Melalui sosialisasi ini, kami ingin para guru memahami secara menyeluruh jalur karier di sektor konstruksi Jepang, mulai dari proses rekrutmen, sistem kerja, hingga peluang pengembangan karier jangka panjang,” ujar Kano.

Dalam sesi pemaparan materi, Project Leader JAC Jarot Septian Prakoso menjelaskan bahwa sektor konstruksi di Jepang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan sektor lain.

Ia menyebut standar gaji yang relatif tinggi, sistem keselamatan kerja yang ketat, serta kesempatan peningkatan keterampilan dan jenjang karier sebagai daya tarik utama bagi calon pekerja dari Indonesia.

“Bekerja di sektor konstruksi Jepang tidak hanya soal penghasilan. Ada sistem keselamatan kerja yang sangat diperhatikan dan diterapkan secara disiplin. Pekerja mendapatkan pelatihan, perlindungan, serta pengawasan yang jelas, sehingga keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya kerja,” kata Jarot.

Baca juga: Pemda DIY Siapkan Strategi Pulihkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Asal Australia

Jarot menambahkan, skema Specified Skilled Worker (SSW) menjadi salah satu jalur resmi yang membuka kesempatan bagi lulusan SMK Indonesia untuk bekerja secara profesional di Jepang.

Melalui skema ini, lulusan SMK memiliki kesempatan bersaing secara legal dan terstruktur sesuai kebutuhan industri.

“Program SSW memberikan jalur yang jelas dan legal bagi lulusan SMK Indonesia. Kami ingin para guru memahami tahapan prosesnya, mulai dari persyaratan administrasi, kemampuan bahasa Jepang, sertifikasi keterampilan, hingga pembekalan sebelum keberangkatan. Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada siswa benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah kisah sukses pekerja Indonesia yang telah berkarier di industri konstruksi Jepang.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dan motivasi bagi para guru dalam memperluas wawasan karier siswa SMK.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved