Disnakertrans Bantul Lepas Tiga KK Transmigrasi ke Sulawesi Tengah

Disnakertrans Kabupaten Bantul melepas tiga KK atau delapan jiwa dari Kabupaten Bantul, untuk mengikuti program transmigrasi ke Torire, Poso

Tayang:
Tribunjogja.com/IST/Dok. Disnakertrans Bantul
Kepala Disnakertrans Bantul, Agus Yuli Herwanta, melakukan pelepasan transmigrasi ke Sulawesi Tengah di kantor dinasnya, Senin (15/12/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul melepas tiga KK atau delapan jiwa dari Kabupaten Bantul, untuk mengikuti program transmigrasi ke Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Desember 2025.

Prosesi pelepasan transmigrasi dilakukan di kantor Disnakertrans Bantul, Senin (15/12/2025).

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul, Rumiyati, berujar pelaksanaan transmigrasi dilakukan seusai dengan peraturan yang ada dan masing-masing KK yang mengikuti transmigrasi sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan atau pelatihan.

"Masing-masing transmigrasi itu mendapatkan penghargaan berupa uang senilI Rp15 juta dari Pemerintah Kabupaten Bantul. Kemudian, perbekalan dari Pemda DIY berupa alat sandang dan koper yang akan dibawa bersama transmigran, serta alat pengolahan hasil pertanian yang sudah dikirim melalui kargo," katanya.

Selain itu, masing-masing KK mendapatkan rumah layak huni dengan lantai keramik, peralatan rumah tangga, dan lahan seluas dua hektare di lokasi Torire.

Untuk pemberangkatan transmigran DIY akan dilakukan melalui Bandara Yogyakarta International Airport, didampingi oleh petugas dari Disnakertrans Bantul dan petugas Disnakertrans DIY pada beberapa waktu ke depan.

Mereka yang mengikuti program transmigrasi berasal dari kalangan kurang mampu.

Maka dari itu, diharapkan para transmigran dapat hidup sejahtera dengan menjaga kerukunan bersama penduduk asal.

Sebab, selain untuk meningkatkan taraf hidup, transmigrasi dilakukan untuk merekatkan kesatuan bangsa Indonesia.

"Kami berharap, mereka yang berangkat transmigrasi itu bisa menjaga nama baik Kabupaten Bantul. Terus, dapat mengembangkan usahanya. Kan kalau di tempat transmigrasi itu terbuka ya peluang usahanya. Jadi nanti, mudah-mudahan dia betah, terus bekerkembang hidupnya. Karena Torire ini kan lokasinya bagus banget," tuturnya.

Baca juga: Satu Gudang Rongsokan di Bantul Terbakar, Diduga Karena Aktivitas Pembakaran Sampah

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Bantul, Agus Yuli Herwanta, menyebut transmigrasi merupakan program pemerintah yang istimewa dan satu-satunya program pemberdayaan masyarakat yang memberikan lahan garapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Keberhasilannya memerlukan kerja keras, kesabaran, dan komitmen kuat.  Seluruh anggota keluarga harus kompak dan bahu-membahu dalam mengolah lahan garapan dan bekerja merintis kehidupan baru di lokasi transmigrasi," pesan dia.

Selain itu, transmigran diharapkan dapat segera mengenali lingkungan dan potensi yang ada di lokasi, menggunakan seluruh keterampilan dan ilmu pengetahuan untuk membuka lahan baru dan menggerakkan ekonomi keluarga. 

Bahkan, setelah transmigran ditempatkan secara administrasi kependudukan di daerah tertuju, transmigran diharapkan tidak melupakan keaslian status sebagai orang Jawa atau Bantul yang santun, tekun pekerja keras, dan jujur.

"Buanglah kebiasaan-kebiasaan buruk bukalah lembaran baru di lokasi yang baru dengan nilai, kebiasaan dan semangat yang baru. Jangan sia-siakan bantuan dan asset yang diberikan pemerintah. Pemkab Bantul juga telah memberikan penghargaan bagi masyarakat yang berangkat transmigrasi berupa uang Rp15 juta sebagai modal hidup dan usaha di lokasi dengan bijak," tutup dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved