Reopening ELTI Gramedia Yogyakarta, Hadirkan Kelas Mandarin hingga Communal Space Gratis
Tidak sekadar mempercantik fisik bangunan, ELTI Gramedia juga melakukan ekspansi program yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- ELTI Gramedia Yogyakarta meluncurkan wajah barunya di Jalan Sabirin, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta
- Tidak sekadar mempercantik fisik bangunan, ELTI juga melakukan ekspansi program yang relevan dengan kebutuhan zaman.
- Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi langkah ELTI Gramedia yang terus berinovasi mendukung predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga pendidikan bahasa legendaris, ELTI Gramedia Yogyakarta, meluncurkan wajah barunya di Jalan Sabirin, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Minggu (14/12/2025).
Momentum reopening gedung yang telah direnovasi tersebut sekaligus menjadi titik balik bagi ELTI yang telah berkecimpung selama lebih dari 40 tahun di dunia pendidikan.
Akan tetapi, tidak sekadar mempercantik fisik bangunan, ELTI juga melakukan ekspansi program yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Branch Superintendent ELTI Gramedia Yogyakarta, Yustian Pristantyo, menuturkan renovasi dibarengi dengan peluncuran dua program anyar, yakni Bahasa Mandarin dan Coding.
"Ini salah satu titik balik ELTI Gramedia. Di tahun ini kami bersyukur, dengan adanya renovasi ini, kami juga membuka program baru yaitu Bahasa Mandarin dan Coding," ujarnya, di sela acara.
Yustian menyampaikan, penambahan digulirkan bukan untuk menggeser fokus utama Bahasa Inggris, melainkan sebagai pelengkap strategis bagi siswa.
Menurutnya, ketiganya punga porsi vital di masa depan, yakni Bahasa Inggris untuk kompetensi global, Bahasa Mandarin untuk komersial atau bisnis, dan Coding untuk sisi digital.
"Sehingga, ketika siswa datang ke ELTI, mereka akan mendapat pilihan-pilihan yang sama pentingnya, terutama jika dipelajari sejak dini," katanya.
Baca juga: Gamelan Jawa hingga Talempong Sumatra, Generasi Muda Antusias di Lokakarya ISI Yogyakarta
Yogyakarta dipilih sebagai pilot project untuk penerapan kurikulum baru ini sebelum nantinya disebar ke cabang ELTI di Solo, Purwokerto, Tasikmalaya, hingga Jakarta.
Selain sisi akademis, wajah baru ELTI di kawasan cagar budaya Kotabaru tersebut juga mengusung konsep inklusif melalui penyediaan communal space.
"Intinya kami free dan siap untuk berkolaborasi. Komunitas bisa datang, menggelar acara, dan itu gratis. Tinggal berkoordinasi dengan kami," jelasnya.
Meski adaptif dengan teknologi lewat kelas Coding, ELTI tetap mempertahankan ciri khas pengajaran humanis yang sudah dipertahankannya puluhan tahun.
Yustian menegaskan, penggunaan media fisik seperti flash card tetap digunakan untuk menjaga interaksi sosial siswa agar tidak melulu terpaku pada layar digital.
"Jadi, flash cards, flyswatter, board game, dan realia itu bagian dari eksplorasi teaching media yang membuat suasana belajar lebih interaktif dan materi menjadi mudah dipahami oleh murid," tandasnya.
Apresiasi Wali Kota
| Siasat Industri Pariwisata DIY Hadapi Ketidakpastian Global, Diversifikasi Pasar hingga Kolaborasi |
|
|---|
| Sejarawan Ungkap Bukti Peran Perancis dan Pasukan 'Sepoy' di Peristiwa Geger Sepehi 1812 |
|
|---|
| JPW Kritik Polresta Yogya Karena Tak Tahan Guru PNS Tersangka Pelecehan Murid SLB |
|
|---|
| Syarat Berdarah Keluar Geng Pascal: Remaja di Yogya Dibacok Saat Duel "Gladiatoran" |
|
|---|
| Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Gladiatoran Geng Pelajar di Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Reopening-Elti-Gramedia-Jogja-14122025.jpg)