Pameran Arsip ‘Beyond The Notes’, Ruang Kontemplasi Perjalanan Musik Andi Bayou

Yogyakarta kembali menghadirkan ruang temu antara karya, ingatan, dan perjalanan personal seorang seniman

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Andi Bayou berikan penjelasan saat pameran 

Penanggung Jawab Pameran Beyond The Notes Andi Bayou, Mikke Susanto, menyebut setiap karya Andi Bayou menyimpan dimensi personal yang jarang terlihat di permukaan. 

“Tetapi di museum kecil itu, penjelasan tersebut menemukan bentuknya, mulai instrumen yang menua bersama perjalanan, master rekaman yang pernah melintasi batas waktu, hingga catatan harian yang mencatat arah hidup yang mengubah Mas Andi,” ujar Mikke.

Pameran ini juga menandai 35 tahun perjalanan musikal Andi Bayou, termasuk pengalaman tampil dan terlibat dalam forum musik internasional, seperti undangan ke kantor pusat Roland di Jepang, Frankfurt Musik Messe di Jerman, serta NAMM Show di Amerika Serikat.

Meski sempat menapaki panggung global, Andi Bayou memilih kembali ke Yogyakarta.

Kepulangan itu menjadi titik penting yang melahirkan Andi Bayou Museum, museum musik pribadi pertama di Indonesia yang dibangun atas inisiatif seorang seniman.

Di dalam museum, pengunjung dapat menjumpai studio rekaman interaktif, ruang pertunjukan kecil bagi musisi muda, serta area edukasi yang merekam perkembangan musik Indonesia dari waktu ke waktu.

Di salah satu dinding, sebuah kutipan menyambut pengunjung. 

“Musik bukan hanya tentang nada. Ia adalah perjalanan, tentang bagaimana manusia menemui dirinya di antara bunyi, waktu, dan ketulusan.”

Melalui pameran ini, arsip tidak sekadar hadir sebagai benda masa lalu. Ia menjadi medium refleksi tentang proses kreatif, pilihan hidup, dan perjalanan pulang seorang musisi yang terus bergerak melampaui nada.(nto)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved