Soal Study Tour, Disdik Sleman Tolak Permohonan Sekolah Jika Lokasi Kunjungan Tidak Aman
Disdik Kabupaten Sleman menyatakan sikap tegas terkait pelaksanaan kegiatan study tour atau outing class sekolah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Setiap sekolah jenjang PAUD hingga SMP di Sleman yang akan mengadakan pembelajaran luar kelas, wajib mengajukan izin ke Dinas Pendidikan.
- Disdik Sleman akan sikap tegas, akan menolak permohonan izin penyelenggaraan kegiatan, jika lokasi tujuan dinilai tidak aman atau berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik dan guru.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman menyatakan sikap tegas terkait pelaksanaan kegiatan study tour atau outing class sekolah. Dinas menyatakan akan menolak permohonan izin penyelenggaraan kegiatan, jika lokasi tujuan dinilai tidak aman atau berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik dan guru.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Disdik Sleman, Sri Adi Marsanto. Menurutnya, setiap sekolah jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Sleman yang akan mengadakan pembelajaran luar kelas, wajib mengajukan izin ke Dinas Pendidikan.
Dalam izin tersebut mencantumkan jumlah peserta, lokasi tujuan hingga armada yang digunakan. Di tengah cuaca ekstrem belakangan ini, Dinas mengaku cukup selektif dalam memberikan izin.
"Kami pernah menolak, dengan catatan karena lokasi tujuan (outing class) dinilai tidak aman," kata Adi, Jumat (12/12/2025).
Pengajuan izin
Dalam sebulan ini, menjelang libur akhir tahun, kata dia, sudah ada belasan sekolah di Kabupaten Sleman yang mengajukan izin pembelajaran luar kelas. Jumlah pastinya ia tidak begitu hafal namun sependek ingatannya dikisaran 15-20an sekolah.
Jumlah tersebut dinilai sedikit bila dibandingkan total sekolah yang ada di Kabupaten Sleman, yang untuk PAUD/TK lebih dari 500 sekolah, SD swasta dan negeri 512 sekolah dan 122 SMP negeri dan swasta. Ia menduga, permohonan izin pembelajaran luar kelas relatif sedikit karena faktor anggaran dan cuaca. Sekolah yang mengajukan izin outing class juga rata-rata lokasi tujuannya tidak terlalu jauh.
"Dengan kondisi cuaca seperti ini, memang kebanyakan tidak terlalu jauh. Jika sekolah mengajukan satu tujuan dan tidak begitu aman, kami disarankan pindah. Rata-rata sekolah mau (mengikuti)," kata Adi.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, sebelum mengajukan izin ke Dinas mayoritas sekolah sudah memikirkan secara matang lokasi tujuan. Rata-rata lokasinya sudah aman. Misalnya berkunjung ke museum. Lokasi tujuannya juga ada yang luar provinsi dan dalam provinsi.
Menurut Adi, permohonan izin ini penting agar kepergian peserta didik dan guru dapat terkontrol. Apalagi, dalam mekanisme pemberian izin pembelajaran luar kelas, ada poin tersendiri yang mengharuskan ada pengecekan armada kendaraan yang akan digunakan. Pengecekan kendaraan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman.
"Pengecekan kendaraan itu wajib. Bukan hanya tersirat tapi tersurat di dalam pemberian untuk pembelajaran luar kelas. Jadi ada poin tersendiri dan itu dilakukan Dinas Perhubungan,"ujar dia.
Bus harus aman
Bus untuk kegiatan outing class diharuskan dicek untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan semua penumpang. Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Marjana mengatakan, kegiatan pemeriksaan kondisi fisik angkutan umum ini rutin dilakukan, terutama bagi sekolah yang hendak melaksanakan outing class.
Dalam melakukan pemeriksaan, ada banyak aspek yang diperhitungkan. Bukan hanya teknis, tetapi administrasi kelengkapan dokumen juga harus komplit. Ia mencotohkan hal sederhana yaitu kaca bagian depan angkutan diharuskan tidak boleh retak.
"Kelengkapa pemukul kaca juga itu penting. Karena kejadian-kejadian beberapa waktu yang lalu, orang tidak bisa keluar karena tidak bisa memecah kaca. Itu harus ada. Kemudian kondisi ban yang bisa terlihat itu, ukiran ban itu harus minimal 1 mm. Jadi harus diperhatikan itu. Kalau itu tidak terpenuhi, ya kita suruh balik ganti kendaraan," katanya.(*)
| Perkuat Struktur Partai, DPD PDI Perjuangan DIY Gelar Musancab Serentak: Jaga Soliditas Kader |
|
|---|
| Info Cuaca DIY Sepekan ke Depan Menurut BMKG: Potensi Hujan Sedang-Lebat |
|
|---|
| Tekan Prevalensi Stunting DIY, Integrasi Program MBG dan Lumbung Mataraman Digodog |
|
|---|
| KID DIY Harapkan Kebijakan WFH ASN Tak Kendorkan Fungsi Pelayanan Publik |
|
|---|
| Trofeo HUT ke-59 KONI DIY: Pererat Silaturahmi, Bangun Sinergi Demi Prestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kantor-dinas-pendidikan-sleman.jpg)