Nilai Impor DIY Turun 27,63 Persen pada April 2026
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih menerangkan barang impor DIY digunakan untuk bahan baku penolong
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Nilai impor DIY pada April 2026 mencapai US$12,70 juta, mengalami penurunan sebesar 27,63 persen secara tahunan.
- Penurunan ini dipicu oleh merosotnya impor bahan baku penolong sebesar 27,84 persen yang mendominasi total impor DIY.
- Tiongkok, Hong Kong, dan Amerika Serikat menjadi pemasok utama yang memenuhi sebagian besar kebutuhan impor DIY.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai impor DIY pada April 2026 sebesar US$12,70 juta. Secara tahunan nilai impor DIY turun 27,63 persen.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih menerangkan barang impor DIY digunakan untuk bahan baku penolong, barang modal, dan barang konsumsi.
Nilai impor bahan baku penolong pada April 2026 sebesar US$11,22 juta barang modal sebesar US$0,37 juta, dan barang konsumsi sebesar US$1,11 juta.
Impor bahan baku penolong turun
"Penurunan nilai impor secara tahunan disebabkan oleh turunnya impor bahan baku penolong. Nilai impor bahan baku penolong turun 27,84 persen pada April 2026," terangnya.
Endang menyebut impor bahan baku penolong memiliki kontribusi terbesar, yakni 88,30 persen dari total impor DIY. Adapun komoditas unggulan impor bahan baku penolong ialah kain rajutan sebesar US$3,34 juta, kereta api, trem, dan bagiannya sebesar US$1,13 juta, dan filamen buatan sebesar US$1,10 juta.
Impor kain rajutan paling banyak berasal dari Tiongkok, Taiwan, dan Hong Kong. Sementara kereta api, trem, dan bagiannya diimpor dari Amerika Serikat. Impor filamen buatan paling banyak didatangkan dari Tiongkok dan Vietnam.
"Kain rajutan berkontribusi 26,29 persen mengalami penurunan 8,77 persen. Lalu kereta api, trem, dan bagiannya juga mengalami penurunan yaitu 8,89 persen. Kemudian filamen buatan mengalami penurunan 38,43 persen dengan share sebesar 8,68 persen," terangnya.
Turun 22,60 persen
Secara kumulatif hingga April 2026, nilai impor DIY adalah US$50,72 juta, sementara April 2025 lalu sebesar US$65,53 juta. Dengan demikian secara tahunan ada penurunan nilai impor sebesar 22,60 persen.
Penurunan ini disumbang oleh impor bahan baku penolong yang turun 22,22 persen, dan berkontirbusi 88,90 persen dari total impor DIY.
Selain bahan baku penolong, penurunan impor terjadi pada barang konsumsi yang turun 16,81 persen dan barang modal turun 40,05 persen.
"Selama Januari hinga April 2026, Tiongkok, Hong Kong, dan Amerika Serikat adalah pemasok utama, memasok 70,19 persen kebutuhan impor," pungkasnya. (maw)
| Ekspor DIY Tembus 68,86 juta US Dollar pada April 2026, Industri Pengolahan Jadi Komoditas Utama |
|
|---|
| DIY Tuan Rumah Apresiasi Daerah Berprestasi Kemendagri, Sultan HB X: Penghargaan Bukan Titik Akhir |
|
|---|
| Update Gunung Merapi Minggu 24 Mei: 25 Kali Gempa Guguran, 9 kali Guguran Lava ke Arah Kali Putih |
|
|---|
| Tak Sesuai Ekspektasi, UMKM di RTP Bulak Tabak Temon Belum Kecipratan Untung dari Embarkasi Haji DIY |
|
|---|
| Nova Arianto Senang PSS Sleman Naik Kasta ke Super League, Singgung Derby DIY Kontra PSIM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260405-Plt-Kepala-BPS-DIY-Endang-Tri-Wahyuningsih.jpg)