Surplus Neraca Perdagangan DIY hingga April 2026 Menguat Capai 156,67 Juta US Dollar
Komoditas penyumbang surplus terbesar: pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, pakaian dan aksesoris rajutan, dan barang dari kulit samak.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Neraca perdagangan DIY hingga April 2026 mencatatkan surplus sebesar US$156,67 juta, yang merupakan lonjakan tertinggi dibanding tahun sebelumnya.
- Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar bagi DIY yang didominasi oleh komoditas pakaian dan aksesoris tekstil.
- Tiongkok menjadi penyumbang defisit perdagangan terdalam akibat tingginya impor komoditas seperti kain rajutan.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Neraca perdagangan DIY hingga April 2026 mengalami surplus US$156,67 juta. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, surplus neraca perdagangan DIY menguat US$45,67 juta.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan surplus neraca perdagangan pada April 2026 tercatat mengalami lonjakan signifikan yakni US$56,16 juta dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bahkan tertinggi dibandingkan tahun 2025.
"Dari tahun 2025 sampai tahun 2026, untuk bulan April ini mengalami lonjakan yang sangat tajam, sebesar US$56,16 juta," katanya, Minggu (7/6/2026).
Tiga komoditas penyumbang
Ia menjelaskan Amerika Serikat mencatatkan surplus terbesar sepanjang Januari hingga April 2026 yakni US$85,76 juta.
Ada tiga komoditas penyumbang surplus terbesar, yakni pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, pakaian dan aksesorisnya rajutan, dan barang dari kulit samak.
Selain Amerika Serikat, Australia juga menyumbang surplus sebesar US$27,68 juta. Komoditas penyumbang surplus terbesar adalah plastik dan barang dari plastik, pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, serta perabitan, lampu, dan alat penerangan.
Jerman juga mencatatkan surplus, yakni sebesar US$17,58 juta. Komoditas penyumbang surplus terbesar ialah pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, pakaian dan aksesorisnya tajutan, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan.
Sedangkan penyumbang defisit neraca perdagangan terdalam ialah Tiongkok yakni US$17,61 juta. Komoditas penyumbang defisit terdalam ialah kain rajutan, kain tekstile dilapisi atau dilaminasi, serta mesin dan perlengkapan elekteri serta bagiannya.
Penyumbang defisit berikutnya ialah Hong Kong yakni US$9,26 juta. Komoditas penyumbang defisit terdalam yakni kain rajutan, kain kempa, benang khusus, dan benang pintal, serta kain tenunan khusus.
Sementara penyumbang defisit lainnya ialah Taiwan sebesar US$3,69 karena komoditas kain rajutan, filamen buatan, jangat dan kulit mentah atau samak.
"Penyumbang surplus terbesar adalah komoditas pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, menyumbang US$62,08 juta. Diikuti pakaian rajutan dan aksesorisnya, perabotan, lampu, dan alat penerangan, barang dari kulit samak, dan barang anyaman," terangnya.
"Sebaliknya penyumbang defisit terdalam adalah kain rajutan, kereta api, trem, dan bagiannya, filamen buatan, kain tekstil dilapisi atau dilaminasi, dan kain tenunan khusus," imbuhnya. (maw)
| Nilai Impor DIY Turun 27,63 Persen pada April 2026 |
|
|---|
| Ekspor DIY Tembus 68,86 juta US Dollar pada April 2026, Industri Pengolahan Jadi Komoditas Utama |
|
|---|
| DIY Tuan Rumah Apresiasi Daerah Berprestasi Kemendagri, Sultan HB X: Penghargaan Bukan Titik Akhir |
|
|---|
| Update Gunung Merapi Minggu 24 Mei: 25 Kali Gempa Guguran, 9 kali Guguran Lava ke Arah Kali Putih |
|
|---|
| Tak Sesuai Ekspektasi, UMKM di RTP Bulak Tabak Temon Belum Kecipratan Untung dari Embarkasi Haji DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pelaksana-Tugas-Kepala-BPS-DIY-Endang-Tri-Wahyuningsih-di-Kompleks-Kepatihan.jpg)