Pemda DIY Nilai Lima Tren Pariwisata Masa Depan Selaras dengan Karakter Yogyakarta
Pemda DIY menilai keselarasan tren tersebut dengan karakter Yogyakarta sebagai momentum memperkuat daya saing global daerah.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lima tren pariwisata masa depan mulai dari personalisasi berbasis teknologi hingga wisata berbasis budaya, menjadi sorotan utama dalam Yogyakarta Tourism Outlook 2025/2026.
Pemda DIY menilai keselarasan tren tersebut dengan karakter Yogyakarta sebagai momentum memperkuat daya saing global daerah.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menegaskan komitmennya menjadikan pariwisata sebagai lokomotif transformasi ekonomi, pemuliaan budaya, dan keberlanjutan lingkungan pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, saat mewakili Sekda DIY menjadi keynote speech dalam forum yang digelar di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (11/12) kemarin.
Forum yang diinisiasi Dinas Pariwisata DIY itu menghadirkan kolaborasi lintas lembaga, meliputi Bank Indonesia DIY dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, serta dihadiri pemangku kepentingan nasional maupun daerah.
Perwakilan Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia, Bappenas, perangkat daerah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas turut terlibat dalam pembahasan arah masa depan pariwisata DIY.
Dalam paparannya, Noviar menyampaikan bahwa kinerja ekonomi DIY hingga triwulan III 2025 menunjukkan tren sangat positif.
Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,4 persen, melampaui capaian nasional.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum—yang menjadi indikator utama geliat pariwisata—tumbuh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah, menandai peran strategis pariwisata dalam menopang kesejahteraan masyarakat.
“Tren tersebut menjadi modal optimisme memasuki 2026. Pariwisata tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi penggerak ekonomi yang memberikan efek ganda terhadap industri kreatif, UMKM, transportasi, jasa, hingga pemberdayaan masyarakat. Tantangan global justru mengarahkan pariwisata menuju kualitas, nilai, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Penetapan UMP Molor, Buruh DIY Pertanyakan Komitmen Pemerintah
Noviar menguraikan sedikitnya lima tren utama pariwisata masa depan: personalisasi berbasis teknologi, wisata kebugaran, pariwisata berkelanjutan, penguatan ekosistem MICE, serta wisata berbasis kedalaman budaya.
Menurutnya, tren tersebut bukan hanya relevan secara global, tetapi juga selaras dengan karakter Yogyakarta yang mengutamakan makna, kebudayaan, dan kearifan lokal.
“Menariknya, kelima tren itu sangat selaras dengan karakter Yogyakarta yang berlandaskan makna, kebudayaan, dan kearifan lokal,” tuturnya.
Dalam horizon pembangunan jangka panjang, DIY telah menetapkan pariwisata sebagai instrumen strategis transformasi ekonomi.
Hal ini tercermin dalam RPJP DIY 2025–2045 yang menegaskan pengembangan pariwisata berkualitas, berbasis kearifan lokal, dan inklusif sebagai fondasi pembangunan.
| Wali Kota Yogyakarta Targetkan Revisi Perda KTR Rampung Oktober 2026, Ini Poin-poin Krusialnya |
|
|---|
| Hari Libur Kenaikan Yesus Kristus, Volume Kendaraan di Ruas Tol Solo-Yogyakarta Meningkat |
|
|---|
| 184 Korban Little Aresha Daycare Melapor ke Help Desk, Pemkot Yogya Kerahkan Pendampingan Spesifik |
|
|---|
| Pemda DIY Terapkan Pengawasan Hewan Kurban dengan Metode Skrining Tiga Lapis |
|
|---|
| Bahas Masa Depan Rumah Bersejarah dr Sardjito, Wali Kota Yogyakarta Bakal Temui Pihak Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Noviar-Rahmad-12122025.jpg)