Bocah 10 Tahun di Sleman Serahkan Trenggiling ke BKSDA Yogyakarta, Cegah Kepunahan
Abhipraya (10) menuturkan trenggiling tersebut awalnya ditemukan oleh saudaranya di daerah Srumbung, Magelang
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Abhipraya (10) bocah asal Sleman menyerahkan trenggiling ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.
- Binatang dilindungi yang ditemukan saudaranya di daerah Srumbung, Magelang, itu ia serahkan ke BKSDA karena dirinya khawatir jika dikembalikan ke alam akan diburu orang.
- Kepala BKSDA Yogyakarta, Dyah Sulistyari mengungkapkan pihaknya telah menerima trenggiling tersebut. Saat diterima, trenggiling tersebut dalam kondisi sehat.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang bocah asal Sleman menyerahkan trenggiling ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). Trenggiling merupakan hewan dilindungi dan terancam punah.
Abhipraya (10) menuturkan trenggiling tersebut awalnya ditemukan oleh saudaranya di daerah Srumbung, Magelang, Minggu (7/12/2025). Saat ditemukan, hewan bersisik itu berada di atas pohon sengon. Setelah itu, trenggiling tersebut dibawa pulang oleh saudaranya.
“Awalnya dikasih tahu om Akbar (saudaranya di Srumbung, Magelang) kalau ada trenggiling. Terus Senin (8/12/2025) ke sana (ke Srumbung untuk melihat trenggiling),” katanya, Rabu (10/12/2025).
Trenggiling tersebut memiliki berat sekitar 3,06 kg. Saat di Srumbung, Abhi sempat memegang trenggiling itu dengan sarung tangan.
Karena menyukai hewan, ia kemudian mencari tahu lebih lanjut soal kebiasaan dan makanan trenggiling. Ia pun tahu trenggiling adalah hewan yang dilindungi.
“Terus bingung mau diapain. Kalau dilepaskan ke habitatnya (dikembalikan ke lokasi penemuan awal), takutnya nanti diambil orang terus dijadikan makanan, kulitnya dijual. Terus dikasihkan ke BKSDA,” terang siswa kelas IV itu.
Kondisi sehat
Terpisah, Kepala BKSDA Yogyakarta, Dyah Sulistyari mengungkapkan pihaknya telah menerima trenggiling tersebut. Saat diterima, trenggiling tersebut dalam kondisi sehat.
Pihaknya pun kemudian melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh di unit penitipan satwa sementara di Blunder.
“Kondisinya sehat-sehat saja, cuma kita kan masih menunggu kajian dari teman-teman PEH (Pengendali Ekosistem Hutan), untuk melihat sifat keliarannya masih ada atau dia masih takut dengan manusia, atau malah dia sebenarnya enggak bisa cari makan sendiri,” ungkapnya.
Kajian tersebut diperlukan untuk menentukan tindakan selanjutnya. Jika siap dilepasliarkan, pihaknya akan melakukan translokasi atau pelepasliaran di lokasi yang ditentukan.
“Kan kita harus melakukan evaluasi terhadap itu dulu untuk menentukan tindak lanjut berikutnya,” imbuhnya. (maw)
| Teror Api di Rumah Warga Seyegan, Korban Ungkap Kerugian yang Harus Ditanggung |
|
|---|
| Polresta Sleman Ungkap Perkembangan Kasus 11 Bayi yang Dievakuasi dari Penampungan di Pakem |
|
|---|
| Teror Api di Seyegan Belum Berhenti, Korban Butuh Blower untuk Halau Gas |
|
|---|
| Pandangan Para Ahli soal Penyebab 'Teror' Api di Rumah Warga Seyegan: Temuan Tim UGM, UPN, BPPTKG |
|
|---|
| DIY Tuan Rumah Apresiasi Daerah Berprestasi Kemendagri, Sultan HB X: Penghargaan Bukan Titik Akhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bocah-10-Tahun-di-Sleman-Serahkan-Trenggiling-ke-BKSDA-Yogyakarta-Cegah-Kepunahan.jpg)