ISIF 2025 Tekankan Pentingnya Kerja Bersama Hadapi Tantangan SDGs
Forum ini menjadi momentum penting untuk mendorong terobosan pemikiran dan kerja sama lintas sektor.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
“Kita masih sering berpikir sendiri-sendiri. Di dalam perusahaan saja yang ngurus community development tidak ngobrol dengan HR atau tim lingkungan. Antarsektor juga begitu. Padahal masalah makin besar dan kompleks,” ujarnya.
Ia menilai cara berpikir semacam itu tercermin dalam lambannya penanganan berbagai persoalan sosial, termasuk bencana di Sumatera.
“Itu persis gambaran dari cara berpikir yang masih ada batas-batasnya. Kalau mau belajar, kita harus meruntuhkan batas itu,” tegas Jalal.
Menurutnya, dunia kerja modern masih terjebak pada pendekatan kompartementalis yang memisahkan peran layaknya mesin dengan suku cadang terpisah.
“Kita lupa bahwa kita sebenarnya ada dalam satu kendaraan yang ingin mencapai tujuan bersama. Kalau hanya memperhatikan bagian kita, tujuan bersama itu sulit tercapai,” katanya.
Tiga Pilar Solusi
Dalam kerangka tersebut, ISIF 2025 memfokuskan pembahasan pada tiga pilar solusi.
Pilar pertama adalah inovasi sosial berbasis komunitas dan teknologi, yang mendorong penguatan pendekatan akar rumput melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas inklusi sosial dan akses layanan publik.
Pilar kedua menekankan peran pendanaan berkelanjutan sebagai akselerator, dengan membahas integrasi aspek sosial dalam kerangka ESG, termasuk peluang investasi berdampak dan blended finance yang mengombinasikan dana filantropi, korporasi, dan pemerintah.
Pilar ketiga menyoroti pentingnya pengukuran dampak yang akuntabel, agar investasi sosial dapat diukur secara kuantitatif dan berkelanjutan melalui kerangka seperti Social Return on Investment.
Sejalan dengan upaya tersebut, ISIF 2025 juga menjadi momentum peluncuran dua layanan digital Social Investment Indonesia.
Layanan pertama adalah SROI App, aplikasi yang dirancang untuk membantu perhitungan Social Return on Investment secara lebih sistematis.
Sementara itu, Jurnal Canting diluncurkan sebagai jurnal transdisipliner yang membahas pengembangan masyarakat dan investasi sosial dalam konteks keberlanjutan, restorasi, dan pendekatan regeneratif.(*)
| Menakar Jejak Sri Sultan HB II Menuju Gelar Pahlawan Nasional, Wamensos Tekankan Tiga Aspek Krusial |
|
|---|
| Presiden Prabowo dan Sri Sultan HB X Dijadwalkan Hadiri Seminar Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II |
|
|---|
| UAJY Perkuat Literasi Teknologi Digital Melalui Seminar Web3 Week Asia 2026 |
|
|---|
| Departemen Informatika UAJY Kolaborasi Blockdevid Gelar Seminar dan Workshop Blockchain & Web3 Dev |
|
|---|
| 25 Pantun Ucapan Selamat Sempro untuk Kakak Tingkat, Doa dan Semangat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/SIF-2025-yang-digelar-di-Hotel-Tentrem-Yogyakarta.jpg)