ISIF 2025 Tekankan Pentingnya Kerja Bersama Hadapi Tantangan SDGs

Forum ini menjadi momentum penting untuk mendorong terobosan pemikiran dan kerja sama lintas sektor. 

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Santo Ari
Suasana Indonesia Social Investment Forum atau ISIF 2025 yang digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta, pada 9 hingga 11 Desember 2025 

“Kita masih sering berpikir sendiri-sendiri. Di dalam perusahaan saja yang ngurus community development tidak ngobrol dengan HR atau tim lingkungan. Antarsektor juga begitu. Padahal masalah makin besar dan kompleks,” ujarnya.

Ia menilai cara berpikir semacam itu tercermin dalam lambannya penanganan berbagai persoalan sosial, termasuk bencana di Sumatera. 

“Itu persis gambaran dari cara berpikir yang masih ada batas-batasnya. Kalau mau belajar, kita harus meruntuhkan batas itu,” tegas Jalal. 

Menurutnya, dunia kerja modern masih terjebak pada pendekatan kompartementalis yang memisahkan peran layaknya mesin dengan suku cadang terpisah. 

“Kita lupa bahwa kita sebenarnya ada dalam satu kendaraan yang ingin mencapai tujuan bersama. Kalau hanya memperhatikan bagian kita, tujuan bersama itu sulit tercapai,” katanya.

Tiga Pilar Solusi

Dalam kerangka tersebut, ISIF 2025 memfokuskan pembahasan pada tiga pilar solusi.

Pilar pertama adalah inovasi sosial berbasis komunitas dan teknologi, yang mendorong penguatan pendekatan akar rumput melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas inklusi sosial dan akses layanan publik. 

Pilar kedua menekankan peran pendanaan berkelanjutan sebagai akselerator, dengan membahas integrasi aspek sosial dalam kerangka ESG, termasuk peluang investasi berdampak dan blended finance yang mengombinasikan dana filantropi, korporasi, dan pemerintah. 

Pilar ketiga menyoroti pentingnya pengukuran dampak yang akuntabel, agar investasi sosial dapat diukur secara kuantitatif dan berkelanjutan melalui kerangka seperti Social Return on Investment.

Sejalan dengan upaya tersebut, ISIF 2025 juga menjadi momentum peluncuran dua layanan digital Social Investment Indonesia.

Layanan pertama adalah SROI App, aplikasi yang dirancang untuk membantu perhitungan Social Return on Investment secara lebih sistematis.

Sementara itu, Jurnal Canting diluncurkan sebagai jurnal transdisipliner yang membahas pengembangan masyarakat dan investasi sosial dalam konteks keberlanjutan, restorasi, dan pendekatan regeneratif.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved