HAKORDIA 2025
HAKORDIA 2025: Dunia Usaha DIY Harus Jadi Motor Ekosistem Bisnis Berintegritas
Momentum menuju Hari Antikorupsi Sedunia 2025 menjadi pengingat, upaya pemberantasan korupsi hanya akan berhasil jika dibarengi komitmen
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
“Menjadi penting para pelaku usaha perlu menerapkan prinsip partisipasi, akuntabilitas, responsivitas, dan transparansi dalam tata kelola agar perbaikan layanan benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mengatasi masalah ketika sistem tidak berjalan efektif,” ungkap Herda.
Ia menilai rapuhnya integritas layanan kerap dipicu minimnya transparansi dan akuntabilitas, sehingga pemerintah daerah perlu mempercepat pembenahan proses bisnis yang bersih demi menciptakan iklim usaha yang adil dan kompetitif.
Sekda DIY , Ni Made Dwipanti Indrayanti, menekankan bahwa korupsi kini sering hadir dalam bentuk yang halus dan tidak tertulis, namun tetap mengganggu fairness dunia usaha.
“Pola-pola ini berpotensi meningkatkan biaya bisnis dan memicu kerugian finansial yang pada akhirnya bisa menjatuhkan perusahaan. Untuk itu, menjadi penting membangun ekosistem bisnis yang berintegritas dan bebas dari intervensi yang merusak persaingan sehat, karena pencegahan korupsi dinilai mustahil dilakukan secara parsial,” kata Ni Made.
Dia menegaskan integritas adalah fondasi pertumbuhan ekonomi daerah, dan komitmen pelaku usaha di DIY menjadi modal penting untuk menciptakan persaingan usaha sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan FGD turut dihadiri Kasatgas Direktorat AKBU KPK, Erlangga Dwi Saputro; Ketua KAD DIY, Irsyad Thamrin; Plt Kepala DPMPTSP DIY , Imam Pratanadi; serta para pelaku usaha dan Asosiasi Himpunan Pengusaha DIY. (hda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/HAKORDIA-2025-Dunia-Usaha-DIY-Harus-Jadi-Motor-Ekosistem-Bisnis-Berintegritas.jpg)