Beragam Empati dari Jogja bagi Korban Bencana Alam Sumatera

Bencana alam yang melanda Sumatera memunculkan beragam empati mendalam di Jogja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
MAKAN GRATIS: Pemilik Warung Makan Nusantara sedang menyajikan makanan di tempat usahanya yang berada di Jalan Garuda, Kepanjen, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Rabu (3/12/2025). Bencana alam yang melanda Sumatera memunculkan beragam empati mendalam di Jogja. 

Mahasiswa juga akan mendapatkan bantuan biaya hidup selama tiga bulan, serta bebas biaya studi lain, termasuk praktikum, KKN, dan lain-lain.

"Tingkat keterdampakan yang lebih rendah, menyesuaikan jenis dan besarannya," terangnya. 

Ia menambahkan pihak kampus akan membuat pengumuman resmi agar mahasiswa terdampak bisa mengajukan permohonan. 

Setelah itu, pihak kampus akan melakukan verifikasi untuk menentukan jenis dan besaran bantuan pendidikan yang diberikan. 

Trauma healing 

Di sisi lain, gelombang banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 19–25 November 2025 mendorong Universitas Gadjah Mada mengerahkan respons cepat, mulai dari pengiriman tim trauma healing hingga dukungan bagi mahasiswa terdampak.

Bencana yang dipicu hujan ekstrem selama hampir sepekan itu menimbulkan kerusakan luas, memutus akses jalan dan komunikasi, serta merusak ribuan rumah dan fasilitas umum.

“UGM menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” kata Sekretaris Universitas (SU) UGM, Dr. Andi Sandi, Rabu (3/12).

Sebagai institusi yang memikul peran pengabdian masyarakat, Andi menyatakan UGM segera mengambil langkah-langkah respons bencana melalui koordinasi lintas unit. 

Upaya tersebut melibatkan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM), Disaster Response Unit (DERU), Ditmawa, Direktur Perencanaan, Biro Manajemen Sistem (BMS), Forum Komunikasi Mahasiswa (Forkom), serta tim relawan GER (Gelanggang Emergency Response).

“Kita sudah memberangkatkan tim trauma healing dari FK-KMK yang telah bergerak menuju lokasi terdampak,” ujarnya.

Tim tersebut akan melakukan pendampingan psikososial kepada penyintas yang terdampak banjir dan longsor. 

Selain itu, UGM bersama para pakar dan relawan turut menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan darurat dan tahap rekonstruksi.

Di saat yang sama, UGM juga menyiapkan langkah pendampingan bagi civitas akademika yang keluarganya terdampak bencana. 

Koordinator DERU UGM, Ardian Andi Pradana, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan berbagai unit kampus.

“Kami telah melakukan koordinasi, dan untuk saat ini fokus awal kami adalah penyaluran bantuan ditujukan untuk civitas akademika UGM yang keluarganya sedang tertimpa musibah di wilayah bencana,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved