Beragam Empati dari Jogja bagi Korban Bencana Alam Sumatera
Bencana alam yang melanda Sumatera memunculkan beragam empati mendalam di Jogja.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Sebenarnya, sejak usaha itu dibuka, ia selalu sering memberikan program gratis makan untuk masyarakat setiap hari Jumat.
"Visi kami bikin warung ini untuk berbagi manfaat. Kami ingin orang lain itu merasakan manfaat dari apa yang kita lakukan. Karena, ketika saya kuliah dapat teh gratis di masjid itu punya rasa senang yang luar biasa," ujar laki-laki asal Lamongan, Jawa Timur ini.
Meringankan beban
Lebih lanjut, orang yang berprofesi sebagai programer dan dosen freelance Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah itu mengaku, sengaja berbagi makan gratis untuk orang Aceh, Sumut, dan Sumbar yang sedang tinggal di DIY dikarenakan adanya informasi warga membantu warga.
"Terus kemudian, kami juga ingat di satu ayat dalam Al-Qur'an itu untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Akhirnya, apa yang bisa kita bantu itu semoga meringankan mereka yang membutuhkan walau pun belum banyak," ucap dia.
Ia pun memperbolehkan warga Aceh, Sumut, dan Sumbar yang tinggal di DIY untuk berulang kali makan di lokasi tersebut tanpa membayar.
Sebab, program itu diberikan sampai keluarga terdampak bencana mulai menjalani kehidupan normal atau kehidupan yang pulih.
"Saya yakin, kami pasti akan mendapat ganti dari perbuatan ini. Dalam artian, kalau pun yang datang seharian ful, Insyallah mereka bahagia, kita juga bahagia," papar dia.
Apalagi, ia meyakini bahwa dalam Islam terdapat hukum wakaf. Di mana, tindakan kebaikan dari wakaf itu sangat candu, sehingga terdapat rasa kebahagiaan yang tertular dengan baik.
"Harapan kami, tindakan seperti ini bukan cuma kami saja. Tetapi, masyarakat lain juga bisa melakukan sekecil apapun kebaikan untuk masyarakat yang sedang terdampak bencana," ujar dia.
Keringanan biaya kuliah
Selain itu, Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Keringanan ini diberikan untuk memastikan perkuliahan mahasiswa asal Sumatera di UII tetap berjalan lancar, di tengah musibah yang menimba keluarga di kampung halaman.
Rektor UII, Prof. Fathul Wahid mengatakan UII memiliki panduan umum bantuan untuk mahasiswa terdampak bencana sejak 2018. Terkait skema keringanan, akan disesuaikan dengan dampaknya.
"Kalau di UII ada skema bantuan, tergantung tingkat keterdampakannya. Saat ini, sedang kami proses," katanya, Rabu (03/12/2025).
Ia menerangkan jika terdampak sangat berat, seperti pemberi biaya kuliah meninggal, sumber pendapatan hancur, maka kampus akan membebaskan SPP sampai lulus mahasiswa tersebut lulus (masa studi normal).
Pihak UII juga akan membebaskan dana Catur Darma yang belum dilunasi.
| Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026 |
|
|---|
| Lokasi dan Jadwal SIM Corner dan SIM Keliling di Jogja Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026 |
|
|---|
| Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026 |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Ortu Tempuh Jalur Hukum |
|
|---|
| Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo dan KA Prameks Hari Kamis 7 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kisah-Sepasang-Suami-Istri-di-Bantul-Gratiskan-Makan-untuk-Masyarakat-Terdampak-Bencana.jpg)