Modern dan Rendah Emisi, Becak Listrik Dinilai Perlu Ekosistem yang Siap
Becak listrik kini dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan sejumlah fungsi digital terintegrasi.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Peralihan ke becak listrik, menurut dia, dapat memberikan kenyamanan lebih asalkan skema bantuan dan pendampingan bagi pengemudi diatur secara jelas.
Dewanti menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah tersebut, namun menggarisbawahi pentingnya mengantisipasi dampak sosial.
Para pengemudi becak kayuh perlu mendapatkan bimbingan teknis terkait pengoperasian becak listrik serta pemeliharaannya.
“Pengemudi becak listrik harus dibekali pengetahuan tentang teknologi, operasi, dan pemeliharaannya,” tutur Dewanti.
Ia juga menilai pembatasan jumlah becak, baik kayuh maupun listrik, perlu dipertimbangkan untuk menghindari penumpukan kendaraan yang dapat memperparah kemacetan.
Dengan pengaturan yang komprehensif, becak listrik dapat berkembang sebagai moda transportasi ramah lingkungan sekaligus menjaga kelangsungan ekonomi pengemudinya. (*)
| Puluhan Kendaraan Rendah Emisi Konvoi di Kota Yogyakarta, Wali Kota Hasto: Saatnya Transformasi |
|
|---|
| Menuju Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor November 2026, Ini Tantangan Besar Dishub Kota Yogyakarta |
|
|---|
| Rencana Malioboro Bebas Asap Kendaraan Bermotor, Ini Langkah Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta |
|
|---|
| Pemda DIY Buka Ruang Kolaborasi dengan BUMN dan Swasta untuk Pengadaan Becak Listrik di Yogyakarta |
|
|---|
| Sri Sultan HB X: Produksi Berkelanjutan Becak Listrik Malioboro Tunggu Masukan Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Paimin-Andalkan-Becak-Listrik-di-Malioboro-Berharap-Fasilitas-Pengisian-Daya-Dibenahi.jpg)