Respon Publik hingga Evaluasi Pemda DIY Terkait Dua Hari Uji Coba Malioboro Full Pedestrian
Uji coba Malioboro full pedestrian selama dua hari, 1-2 Desember 2025, menuai respon beragam dari masyarakat hingga Pemda DIY
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Meski demikian, Made menilai kemacetan dua hari ini tidak bisa dijadikan indikator bahwa skema pedestrian penuh akan gagal.
Menurut dia, evaluasi perlu dilakukan dalam jangka lebih panjang agar penataan dapat berjalan beriringan.
“Malam Minggu dan Minggu, jalan Pasar Kembang juga macet, tapi tidak ada yang complain. Maka penting untuk berkolaborasi tidak hanya pemerintah daerah, tapi semua pihak yang bersinggungan. Agar sama-sama nyaman semuanya,” ungkapnya.
Ia menilai uji coba perlu dilakukan lebih sering agar masyarakat memiliki cukup waktu beradaptasi.
“Ketidaksiapan karena kita belum terbiasa, itu belum menjadi habbit kita. Kalau sudah berjalan dalam kurun waktu tertentu akhirnya juga akan nyaman,” kata dia.
Respon Beragam
Uji coba pedestrianisasi kembali menunjukkan respons publik yang beragam.
Sebagian pengunjung mengapresiasi pengalaman berjalan kaki yang lebih aman dan nyaman. Namun, pelaku usaha dan pekerja di kawasan itu mengeluhkan dampak ekonominya.
Nur, warga Sleman yang berkunjung ke Malioboro, mengaku menikmati suasana tanpa kendaraan bermotor.
“Tapi susah cari parkir kalau bawa kendaraan pribadi. Tadi saya naik taksi daring, jadi bisa turun di belakang,” ujarnya.
Meski begitu, ia belum sepenuhnya setuju jika pedestrianisasi diberlakukan setiap hari.
“Kalau hanya sekali-sekali pada waktu-waktu tertentu, tidak masalah,” tuturnya.
Dari sisi pelaku usaha, kekhawatiran datang terkait penurunan omzet serta terbatasnya akses masuk karyawan.
Fauzi, karyawan toko oleh-oleh, mengatakan kebijakan ini menurunkan jumlah pelanggan pada jam-jam awal.
“Waktu uji coba pada 7 Oktober lalu, omzet turun sekitar 40 persen,” ujarnya.
Ia berharap pekerja yang bertugas di kawasan Malioboro mendapat akses khusus jika kebijakan pedestrianisasi diterapkan penuh.
“Saat uji coba ini, kami tak bisa masuk kawasan sehingga harus berputar-putar atau parkir jauh,” jelasnya. (*)
| Kawal Kasus Shinta Alumni UGM yang Bermasalah dengan Oknum Polisi Sleman, Ini Janji Polda DIY |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Senin 18 Mei 2026 Pukul 18.00 WIB |
|
|---|
| Spanduk untuk Lurah Garongan Kulon Progo Bermunculan di Tengah Lambatnya Kasus Dugaan Pungli |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Senin 18 Mei 2026 Pukul 13.30 WIB |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Belum Bisa Kembali ke Mandala Krida, Ini Langkah Manajemen hingga Respon Wali Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Full-pedestrian-Malioboro-1-2-Desember.jpg)