Pedestrian Malioboro

Full Pedestrian Malioboro Hari Ini Mulai Pukul 08.00 hingga 00.00 WIB

Uji coba kawasan Malioboro sebagai zona pejalan kaki penuh atau full pedestrian kembali digulirkan pada 1–2 Desember 2025

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Iwan Al Khasni
ist
Jalan Malioboro 

 

Ringkasan Berita:Uji coba Malioboro full pedestrian digelar 1–2 Desember 2025. Ada pro kontra pedagang dan dukungan andong wisata.
 
Pemkot Yogyakarta terapkan skema baru Malioboro zona pejalan kaki. Aktivitas tetap berjalan normal dengan akses khusus warga

 

Yogyakarta, Tribunjogja.com — Uji coba kawasan Malioboro sebagai zona pejalan kaki penuh atau full pedestrian kembali digulirkan pada 1–2 Desember 2025.

Kebijakan tersebut kembali menuai beragam respons, mulai dari keluhan para pedagang hingga dukungan dan optimisme dari pelaku andong wisata.

Pro dan Kontra Kebijakan Full Pedestrian

Menanggapi pro dan kontra yang menyertai kebijakan itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa uji coba kali ini berbeda dengan sebelumnya.

Menurutnya, skema yang diterapkan bukanlah penutupan total kendaraan bermotor selama 24 jam, melainkan hanya pembatasan waktu tertentu.

“Ya, tidak (24 jam) penuh, hanya dari pukul 08.00 pagi sampai 24.00 malam, jadi tidak penuh,” ungkapnya, Minggu (30/11/2025).

Hasto menjamin aktivitas perekonomian di kawasan Malioboro tetap berjalan normal, meski dibarengi dengan beberapa penyesuaian. 

Ia menekankan bahwa kendaraan umum dan moda transportasi tradisional tak bermotor masih diizinkan melintas di jalur legendaris tersebut.

“Bus Trans Jogja masih bisa lewat, kemudian dokar (andong) juga masih bisa lewat. Jadi, masih bisa dilintasi kendaraan,” jelasnya.

Sebelumnya, kebijakan uji coba full pedestrian di Malioboro yang juga bertujuan mengurangi emisi karbon sempat menimbulkan kekhawatiran dari kalangan pedagang.

Kata Pedagang vs Andong Wisata

Slamet, salah satu pedagang di Teras Malioboro, mengaku omzetnya sempat turun hingga 30 persen pada uji coba sebelumnya.

“Parkirnya masih kurang memadai. Meskipun ada parkir Beskalan dan Ketandan, itu belum bisa menampung wisatawan. Wisatawan juga mengeluh karena parkirnya jauh,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved