Kisah Inspiratif
Kiprah Priyo Dwiarso Maestro Paduan Suara Yogyakarta: Mengabdi Lintas Generasi
Priyo Dwiarso (82), maestro paduan suara Yogyakarta, puluhan tahun mengabdi melatih lintas generasi
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Priyo Dwiarso dikenal sebagai maestro paduan suara yang membina dan mencipta harmoni selama puluhan tahun.
- Priyo Dwiarso mendirikan beberapa kelompok paduan suara di Yogyakarta dan melahirkan banyak penyanyi lintas generasi.
- Beberapa paduan suara yang dilatih oleh Priyo Dwiarso mendapat apresiasi dari tokoh seperti Soekarno, Titiek Puspa, dan Pranadjaja.
TRIBUNJOGJA.COM - Jika berbicara seputar paduan suara di Yogyakarta, hampir mustahil melewatkan nama Priyo Dwiarso.
Puluhan tahun berkecimpung dalam dunia olah vokal, Priyo (82) telah menyaksikan bagaimana seni suara bisa menjadi medium budaya, pendidikan, sekaligus perjalanan hidup.
Kiprahnya di dunia paduan suara menjangkau lintas usia, lintas panggung, dan lintas generasi. Dari melatih kelompok vokal anak-anak hingga kelompok paduan suara ibu-ibu, Priyo mengasah bakat menyanyi menjadi kesatuan harmoni yang indah.
Bagi Priyo, menjadi penyanyi lebih dari sekadar menguasai satu lagu utuh.
“Belajar nyanyi itu kan belajar vokal, belajar notasi, belajar sounding, belajar macam-macam. Supaya akor dua harmoni juga bisa tahu, supaya bisa improvisasi dengan baik,” ujar Priyo saat ditemui di kediamannya di Bumijo, Yogyakarta, Kamis (27/11/2025) malam.
Sebelum aktif menjadi pelatih paduan suara, Priyo mengikuti beberapa perlombaan menyanyi, salah satunya ajang Bintang Radio yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI).
Dalam ajang tersebut, terdapat tiga kategori yang dilombakan, meliputi seriosa, hiburan, dan keroncong.
Priyo berhasil menyabet juara umum Bintang Radio Jawa-Madura karena nilai yang ia peroleh paling tinggi di antara semua peserta yang mengikuti tiga kategori perlombaan itu.
Dari situlah karier Priyo sebagai pelatih paduan suara bermula.
Pihak TVRI dan RRI kemudian memercayainya untuk turut membantu mendirikan Paduan Suara Kuncup Mekar, yang melahirkan banyak penyanyi beken tanah air seperti Deasy Arisandi, Djatu Parmawati, dan Tantowi Yahya.
“Saat itu nggak ada orang dari TV yang bisa memandu itu, terus minta tolong ke saya. Jadi dari tahun ‘73 sampai tahun ‘79, itu 6 tahun ya. Saya seminggu dua kali siaran di TVRI untuk membimbing penyanyi-penyanyi muda itu,” ucap Priyo.
Menurut Priyo, ada sekitar 11 orang yang berhasil menjadi juara di perlombaan nasional dan hampir semua anggota PS Kuncup Mekar yang ia latih pernah menjadi juara di daerah.
Ia menambahkan, melatih vokal baginya diibaratkan seperti melatih petinju belajar basic shadow boxing.
“Shadow boxing itu ‘kan nggak ada arahnya gitu ya. Tapi itu ‘kan untuk melatih keterampilan psikomotorik. Nah, vokal itu ya gitu. Bagaimana mengerti nada, bagaimana mengucapkan ‘a’ yang benar. Itu saya latih betul,” pungkasnya.
Priyo menegaskan, ia tidak pernah menuntut setiap anak yang dilatih untuk harus bernyanyi persis seperti guru atau idolanya.
| Menjaga Marwah Sepeda Federal: Memori Kejayaan Global di Tirtoadi Mlati Sleman |
|
|---|
| Kabar Lea Bocah SD di Kulon Progo Asuh Adik Saat Ibu Jalani Kemoterapi |
|
|---|
| Kisah Bripda Khoirudin Mustakim Harumkan Nama Klaten di SEA Games 2025 |
|
|---|
| Dias Rizki Anak Penjual Sate Asal Cilacap Jadi Wisudawan Terbaik Untidar Magelang |
|
|---|
| Kisah Muhammad Suryo Alumni UPN Yogyakarta Jadi Bos Rokok HS hingga Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Priyo-Dwiarso.jpg)