Arus Libur Nataru di DIY Diprediksi Capai 413.506 Pergerakan, Wisata Jadi Magnet Utama

Dalam proyeksinya, puncak arus pergerakan masyarakat di DIY diperkirakan terjadi pada 25 Desember 2025, dengan jumlah 32.732 pergerakan

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com/Christi Mahatma
WISATA JOGJA: Foto dok ilustrasi. Suasana Malioboro, Selasa (25/06/2024). 

Ringkasan Berita:
  • Yogyakarta diprediksi kembali jadi magnet pergerakan masyarakat pada libur Nataru tahun ini. 
  • Dishub DIY memprediksi hingga 413.506 perjalanan masuk dan keluar wilayah selama periode 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026.
  • Dalam proyeksinya, puncak arus pergerakan masyarakat diperkirakan terjadi pada 25 Desember 2025, dengan jumlah 32.732 pergerakan pada satu hari tersebut.
 
 
 

 

TRIBUNJOGJA.COM - Daya tarik wisata Yogyakarta kembali menjadi magnet pergerakan masyarakat pada libur Nataru tahun ini. Dishub DIY memprediksi hingga 413.506 perjalanan masuk dan keluar wilayah selama periode 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026. 

Prediksi tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya dan menempatkan DIY sebagai daerah dengan tingkat mobilitas tertinggi pada liburan akhir tahun.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan bahwa angka prediksi tersebut mencakup seluruh moda transportasi. 

“Itu secara keseluruhan (semua moda transportasi),” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Dalam proyeksinya, puncak arus pergerakan masyarakat diperkirakan terjadi pada 25 Desember 2025, dengan jumlah 32.732 pergerakan pada satu hari tersebut.

Total pergerakan

Secara total, sebanyak 413.506 pergerakan diperkirakan terjadi selama periode Nataru 2025/2026, meningkat 18 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 350.210 pergerakan. Jumlah itu juga setara dengan 69 persen kenaikan dibanding kondisi normal harian di DIY.

Lonjakan pergerakan ini membuat Dishub DIY bersama Polda DIY mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurai potensi kemacetan di berbagai ruas utama. Namun, teknis pengaturan masih terus dibahas lintas instansi mengingat kompleksitas arus wisatawan pada liburan panjang.
“Masih kami koordinasikan untuk persiapannya,” ungkap Erni.

Prediksi lonjakan mobilitas di DIY ini bahkan lebih tinggi dari proyeksi nasional. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memperkirakan kenaikan pergerakan masyarakat secara nasional hanya sekitar 4 persen pada periode yang sama.

Wisata, Diskon Tiket, dan Jalan Tol Tingkatkan Arus
Erni menyebut tingginya angka prediksi untuk DIY dipengaruhi beberapa faktor. DIY yang dikenal sebagai kota wisata utama kembali menjadi tujuan favorit perayaan akhir tahun. “Sektor pariwisata, Jogja kan ngangenin, banyak tempat-tempat wisata yang menarik,” ungkapnya.

Diskon tiket transportasi

Selain kuatnya daya tarik wisata, program diskon tiket dari sejumlah moda transportasi turut mendorong masyarakat memilih bepergian. Beroperasinya jalan tol Jogja–Solo juga disebut mempermudah akses dan meningkatkan jumlah perjalanan. 

“Itu juga menjadi daya tariknya (diskon tiket dan jalan tol),” kata dia.

Dengan prediksi mobilitas yang jauh di atas rerata nasional, Dishub DIY memastikan koordinasi terus dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan masyarakat selama masa liburan. Evaluasi titik macet, penguatan personel pengamanan, serta sinkronisasi data pergerakan menjadi bagian dari upaya mitigasi yang tengah disusun.

Arus perjalanan pada libur Nataru diperkirakan akan memusat di area wisata, koridor jalan nasional, dan akses menuju pusat kota Yogyakarta. Dishub DIY mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan perjalanan dengan matang dan mengikuti regulasi lalu lintas selama masa liburan.

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved