Teka-teki Teror Api di Seyegan, Ingatkan Warga pada Kejadian Ganjil Gunungkidul 2015

Pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 22.50 WIB, api kembali membakar satu barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video
Api muncul di rumah warga Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 22.50. 

Ringkasan Berita:
  • Rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman diteror kemunculan api misterius yang membakar perkakas secara acak selama enam hari hingga Rabu (27/5/2026).
  • Meski Tim Gegana menduga akibat gas metana dan septic tank sudah dibongkar, titik api ganjil—seperti pipa air yang meleleh—masih terus muncul.
  • Peristiwa luar nalar ini mirip dengan teror kebakaran misterius yang menimpa rumah keluarga Ladino di Semanu, Gunungkidul pada 2015 lalu.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fenomena misterius berupa munculnya titik api secara tiba-tiba yang meneror  rumah milik Agus Yani di Dusun Kasuran, Seyegan, Sleman belum berhenti.

Sejak pertama kali peristiwa ini terjadi pada Jumat pekan lalu, hingga Rabu (27/5/2026) tengah malam masih ada api yang tiba-tiba muncul dan menyambar barang secara acak. 

Teror api di Sleman ini juga membakar barang-barang secara acak dan sporadis hingga membuat penghuni rumah terjaga tiap malam.

Tim Gegana Brimob Polda DIY sebelumnya menyebut kebakaran disebabkan oleh gas metana dari saluran septic tank.

Namun meski saluran sudah dibongkar, kebakaran masih terus terjadi.

Pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 22.50 WIB, api kembali membakar satu barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah.

Saat itu keluarga Agus langsung sigap mengambil ember berisi air dan kain untuk memadamkan. 

Barang yang terbakar tersebut adalah handuk merah, yang kemudian jatuh ke lantai dan api sedikit membesar. 

Seluruh kamar berukuran sekitar 4x3 meter dipenuhi asap cukup pekat, sesaat setelah api padam. 

Sampai kemarin malam, sudah hari keenam rumah berlantai dua itu mengalami kejadian api tiba-tiba muncul di dalam rumah.

Dalam 24 jam terakhir, sudah sekitar lima kali barang di dalam rumah terbakar dengan titik api yang acak. Mulai dari dalam kamar hingga ke sisi utara luar rumah. 

Setiap malam, keluarga Agus masih terus terjaga untuk mengantisipasi adanya titik api yang muncul. Dari pola yang diamati, tengah malam adalah saat-saat rawan munculnya api, di mana pun titiknya.

Sementara, selepas magrib, muncul api cukup besar di tembok utara rumah. Api tersebut mulanya membakar barang yang ada di atas meja.

"Telat dua menit aja selesai ini," ucap H. Mutfiana, anak Agus Yani, kepada Tribun Jogja, Rabu (27/5/2026). 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved