Mengangkat Potensi Lokal Lewat Geoproduk: Kolaborasi Pemerintah, UMKM, dan Masyarakat di DIY
DIY, khususnya wilayah yang masuk dalam kawasan geopark mengembangkan geoproduk sebagai salah satu strategi tingkatkan kesejahteraan masyarakat
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DI Yogyakarta, khususnya wilayah yang masuk dalam kawasan geopark, tengah mengembangkan geoproduk sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Konsep geopark sendiri bukan hanya sekadar kawasan wisata atau konservasi alam, melainkan pendekatan pembangunan terpadu yang memadukan aspek geologi, budaya, pengetahuan, dan ekonomi.
Dalam konteks ini, geoproduk menjadi instrumen penting, karena memungkinkan masyarakat mengolah potensi lokal—baik bahan alam, kearifan lokal, maupun kreativitas—menjadi produk yang bernilai ekonomi, sekaligus edukatif dan berkelanjutan.
Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWPP) Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari menjelaskan bahwa geoproduk telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat melalui UMKM lokal.
“Geoproduk dapat berupa produk alami maupun buatan, dan diklasifikasikan dalam beberapa kategori, antara lain geofood (makanan lokal), geofarm (hasil pertanian), geocraft (kerajinan tangan), geofashion (pakaian khas), dan geoactivity (kegiatan yang mencerminkan karakter geosite). Geoproduk mencerminkan karakteristik masing-masing geosite, sehingga keanekaragaman produk UMKM di Yogyakarta menjadi bagian penting dari geopark nasional,” ujar Agnes dalam podcast Infrastruktur bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Geoproduk, Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan, Biro PIWPP memiliki peran koordinatif dan kolaboratif dengan berbagai pihak, mulai dari OPD, asosiasi pengrajin, UMKM, hingga akademisi.
Panduan geoproduk yang telah disusun sejak 2023 menekankan penggunaan material lokal, proses pengolahan yang ramah lingkungan, dan standar pembuangan limbah, agar produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai jual, tetapi juga sesuai prinsip keberlanjutan.
Salah satu contoh keberhasilan geoproduk dapat dilihat dari usaha Siti Rupingah, praktisi mitra Geoproduk Sari Jampi, produk olahan jamu tradisional dari Pengasih, Kulonprogo.
Sari Jampi telah dirintis sejak 1998 dengan memanfaatkan bahan lokal seperti jahe, temulawak, kencur, bunga telang, dan rosella.
Kini, Sari Jampi memiliki 27 varian produk, mulai dari jahe madu hingga olahan rosella, yang telah tersebar di berbagai kecamatan. Siti menekankan bahwa menjadi bagian dari geoproduk membawa banyak manfaat.
" Produk kami lebih dipercaya konsumen karena sudah terkurasi, bisa menggunakan logo geopark, memiliki akses promosi dan pameran yang lebih luas, serta mendapat edukasi tentang standar kualitas dan pemasaran. Kolaborasi dengan komunitas ibu-ibu KWT dan pengrajin lokal menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Baca juga: Biro PIWPP Setda DIY Berkomitmen Wujudkan ZI WBK
Anggota Komisi C DPRD DIY, Suharno menambahkan bahwa peran pemerintah sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan pemerataan pengembangan geoproduk.
Pemerintah hadir melalui pelatihan UMKM, bantuan legalitas produk seperti sertifikasi halal dan izin PIRT, serta kolaborasi lintas sektor dengan BUMN, BUMD, dan organisasi masyarakat.
“Dukungan ini memastikan pengembangan geoproduk merata, tidak dimonopoli, dan UMKM bisa memasarkan produknya secara digital melalui media sosial maupun e-commerce,” katanya.
Dengan dukungan ini, UMKM tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga belajar mengelola kualitas, branding, dan strategi pemasaran yang efektif.
Namun, pengembangan geoproduk menghadapi sejumlah tantangan. Agnes menyebutkan, masih banyak UMKM yang menunggu kurasi, beberapa produk belum memenuhi persyaratan legalitas, dan keterbatasan sosialisasi serta pameran membuat produk sulit dikenal luas.
| Ini Temuan Komisi C DPRD DIY Saat Sidak Underpass Kulur Kulonprogo |
|
|---|
| Guru Jadi Ujung Tombak Perkuat Edukasi soal Geopark Jogja, Dimulai dari MPLS |
|
|---|
| Ada Bangunan Vila Diduga Berdiri di Kawasan Zona Hijau Candi Singo Sleman, DPRD dan Pemda Bisa Apa? |
|
|---|
| Sekretaris Komisi C DPRD DIY Koeswanto Wafat, Eko Suwanto: Beliau Pejuang Baik dan Rendah Hati |
|
|---|
| Ratusan Pelari Meriahkan Run to Geopark Klaten, Kenalkan Potensi Wisata Geosite Bayat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengangkat-Potensi-Lokal-Lewat-Geoproduk-Kolaborasi-Pemerintah-UMKM-dan-Masyarakat-di-DIY.jpg)