Antisipasi Nataru, Pemda DIY Perpanjang Pengiriman Sampah ke Piyungan sampai Awal 2026
Pemda DIY memperpanjang masa evakuasi sampah ke TPST Piyungan sampai awal Januari 2026
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemda DIY memperpanjang masa evakuasi sampah ke TPST Piyungan sampai awal Januari 2026, dengan prioritas bagi Kota Yogyakarta yang diprediksi mengalami peningkatan volume sampah paling tinggi.
Kebijakan ini menjadi langkah mitigasi untuk menghadapi lonjakan timbulan sampah selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), saat kunjungan wisata dan aktivitas warga biasanya meningkat tajam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menjelaskan bahwa permohonan resmi dari kabupaten/kota awalnya hanya berlaku sampai akhir 2025.
Namun, Pemda DIY menambah masa evakuasi mengingat pola peningkatan volume sampah yang konsisten terjadi setiap musim libur.
“Saat ini sesuai dengan permohonan bupati walikota untuk evakuasi masih sampai 2025, tapi untuk mengantisipasi libur nataru mungkin di minggu pertama Januari masih ada slot untuk evakuasi terutama Kota Jogja,” ujarnya.
Kusno menyebut keputusan itu hasil rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota. Kota Yogyakarta menjadi wilayah dengan risiko timbulan sampah tertinggi karena menjadi pusat destinasi wisata, akomodasi, dan perdagangan.
“Minggu pertama Januari masih dibuka mengantisipasi lonjakan tahun baru. Setelah itu kami evaluasi kembali dengan harapan jumlah evakuasi sampah sudah tidak seperti saat ini,” katanya.
Penerimaan sampah di Piyungan tetap memprioritaskan Kota Yogyakarta.
Baca juga: Pencemaran Sungai dan Minimnya Perpipaan Hambat Layanan Air Minum Aman di DIY
Meski demikian, Kabupaten Bantul dan Sleman diperbolehkan mengirim sampah jika terjadi penumpukan usai libur panjang.
Selama ini rata-rata sampah yang masuk ke Piyungan mencapai 70–80 ton per hari atau 300 ton per minggu.
“Kalau melihat dari tahun-tahun kemarin, ada kenaikan jumlah sampah sekitar 15–20 persen dibandingkan timbunan sampah yang biasanya. Prediksi dari tahun ke tahun, kisaran itu,” jelas Kusno.
Di sisi lain, kondisi TPST Piyungan semakin terbatas. Kusno menegaskan bahwa kapasitas lokasi sudah mencapai batas maksimal sehingga tidak lagi memungkinkan menerima beban seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Daya tampung sudah tidak memungkinkan kalau evakuasi, tidak ada penambahan lagi kuota,” tambahnya.
Meski ruang sangat terbatas, DLHK DIY masih memberikan kuota hingga awal Januari 2026 sekitar 30 ton per minggu untuk ketiga wilayah.
Kebijakan ini diambil semata-mata sebagai antisipasi puncak kegiatan wisata di DIY saat pergantian tahun.
| Menanti PSEL 2028 di Tengah Larangan 'Open Dumping' Desember 2026, Pemda DIY Berpacu dengan Waktu |
|
|---|
| Tak Berlangganan, Warga di Kulon Progo Pilih Buang Sampah ke Depo Pasar hingga Menumpuk |
|
|---|
| Sampah di DIY Diprediksi Naik 50 Persen Saat Lebaran, DLHK Siapkan Langkah Ini |
|
|---|
| 95 Persen Depo Sampah di Kota Yogyakarta Sudah Kosong, Target Beres Sebelum Lebaran |
|
|---|
| Lebaran Nyaman Tanpa Sampah, Pemkot Yogyakarta Kebut Pengosongan Depo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tumpukan-Sampah-di-Depo-Mandala-Krida-Timbulkan-Bau-Omzet-Pedagang-Anjlok-50-Persen.jpg)