Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini, Kamis 30 September 2025: BPPTKG Catat Ada 8 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 8 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter

Tayang:
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Gunung Merapi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 8 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter pada periode pengamatan Selasa (30/09/2025) pukul 00.00-06.00.

Selain itu, BPPTKG Yogyakarta juga mengamati adanya sejumlah kegempaan.

Tercatat ada 19 guguran, dengan amplitudo : 2-20 mm, dan durasi : 57.58-171.41 detik. 

Hybrid/Fase Banyak sebanyak 24, dengan amplitudo : 2-19 mm, S-P : 0.3-0.7 detik, dan durasi : 8.74-54.83 detik. Tektonik jauh sebanyak 1, amplitudo : 48 mm, S-P : tidak terbaca, dan durasi : 207.01 detik. 

Berdasarkan pengamatan meteorologi, cuaca mendung dan berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat.

Suhu udara 17.4-20.4 °C, kelembaban udara 93.1-98.8 persen, dan tekanan udara 873.5-917.3 mmHg.

Sementara berdasarkan pengamatan visual, gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Untuk itu, masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Selain itu, masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Termasuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Pihak BPPTKG Yogyakarta akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved