Kisah Inspiratif

Kisah Kemandirian Seniman Difabel Berkarya dari Kanvas ke Layar Digital

Bagas mengaku, walaupun Ia mulai merambah ke dunia content creator, dunia lukis tidak benar-benar Ia tinggalkan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Arsip pribadi Bagaskara
Bagaskara (29), Pelukis Difabel Tuli asal Yogyakarta dan karya lukisnya yang berjudul "Bahasa Isyarat adalah Bahasa Kami" (Sumber: Arsip pribadi Bagaskara). 

Bagas bercerita bahwa pergeseran ranah karya ini bermula saat Ia dan Rizky mengikuti pelatihan pembuatan film. Selanjutnya, mereka diberi tugas untuk memproduksi film. 

Ternyata mereka merasa ada kenyamanan tersendiri lewat aktivitas tersebut.

Dalam tiga tahun belakangan terhitung dari tahun 2022, sebanyak delapan film pendek telah diproduksi di kanal YouTube @filmtuli.

Uniknya lagi, seluruh aktor yang dilibatkan dalam film pendek mereka adalah teman-teman tuli juga.

Bagas mengaku, walaupun Ia mulai merambah ke dunia content creator, dunia lukis tidak benar-benar Ia tinggalkan.

“Sebab melukis itu hobi saya,” imbuhnya sambil tersenyum (27/09/2025). (MG|AXEL SABINA RACHEL RAMBING)

Baca juga: Kisah Rizky Ardhana Penyandang Disabilitas Asal Jogja Jadi Content Creator

Baca juga: Cerita Seniman Lukis di Yogyakarta Dirikan Komunitas Difabel

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved