PSKP UGM: Demonstrasi Bukan Respons Spontan tapi Lahir dari Tekanan Publik
Tindakan represif aparat sebagai salah satu faktor yang memperbesar emosi massa dan menciptakan lingkaran kemarahan yang sulit dikendalikan
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
“Yang lebih mendasar dari empati adalah rasa hormat. Rakyat ini punya potensi besar, dan ketika tidak dihormati, maka kepercayaan akan hilang,” katanya.
Di akhir diskusi Pojok Bulaksumur, para pembicara sepakat bahwa demonstrasi yang terjadi belakangan ini tidak boleh dipandang semata sebagai ancaman, melainkan sebagai cerminan kegelisahan masyarakat yang harus dijawab secara serius oleh negara.
Para narasumber menilai bahwa respons instan dan parsial tidak akan cukup, karena akar persoalan terletak pada struktur politik dan institusi yang belum sepenuhnya menjalankan mandat publik.
Mereka menekankan pentingnya reformasi menyeluruh, mulai dari perbaikan institusi kepolisian, pembenahan partai politik, hingga upaya membuka ruang partisipasi rakyat secara lebih luas. (*)
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Ratusan Buruh Unjuk Rasa di Kantor Gubernur DIY, Tuntut Ketegasan Pemda soal Pelanggaran Hak Pekerja |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut AS Kalah Secara Politis, Trump Cari Alasan Hentikan Perang dengan Iran |
|
|---|
| Tersangka Penyerang Andrie Yunus Versi TNI - Polri Beda, Peneliti PSKP UGM: Adili di Pengadilan Umum |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Tak Lihat Ancaman Akibat Konflik Timur Tengah: TNI Harus Beri Klarifikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aksi-dan-orasi-di-Bundaran-UGM-Senin-192025-siang.jpg)