Energi Hijau di Jalanan Jogja, Pertamax Green Mulai Dilirik

Kehadiran BBM berbasis bioethanol ini bukan hanya sekadar alternatif, melainkan simbol perubahan menuju energi yang lebih bersih, efisien

Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja / Santo Ari
PERTAMAX GREEN: SPBU Babarsari yang menyediakan Pertamax Green 

TRIBUNJOGJA.COM - Jalanan Yogyakarta yang tak pernah sepi dari lalu lalang motor kini menyimpan cerita baru tentang energi. Di tengah hiruk-pikuk pengemudi ojek online dan mobilitas masyarakat, muncul tren penggunaan bahan bakar ramah lingkungan yang mulai mengisi tangki kendaraan mereka, Pertamax Green 95

Kehadiran BBM berbasis bioethanol ini bukan hanya sekadar alternatif, melainkan simbol perubahan menuju energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), outlet Pertamax Green terus bertambah. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga JBT, Taufiq Kurniawan menjelaskan, saat ini sudah ada empat SPBU yang melayani pembelian, yaitu di Jalan Kyai Mojo, Babarsari, serta dua outlet lain di Kulonprogo, masing-masing di Jalan Raya Dekso–Muntilan dan Tentara Pelajar Jogoyudan.

“Minat masyarakat terhadap bahan bakar ramah lingkungan Pertamax Green terus menunjukkan tren positif,” ungkapnya, Jumat (5/9/2025).

Catatan Pertamina menunjukkan, sejak Juli hingga Agustus konsumsi Pertamax Green di DIY naik lebih dari dua kali lipat. Rata-rata harian yang semula 929 liter di Juli, kini menembus 1.844 liter di Agustus atau naik 102 persen.

Secara teknis, Pertamax Green 95 merupakan gasoline bioethanol, yang merupakan campuran bensin dengan 5 persen bioethanol yang berasal dari molase tebu. Bauran energi terbarukan ini membuat pembakaran lebih optimal, tarikan mesin lebih enteng, sekaligus menekan emisi gas buang.

“Kandungan oktannya lebih tinggi dibandingkan Pertamax reguler, sehingga pembakaran mesin menjadi lebih optimal, lebih irit, sekaligus menghasilkan emisi yang lebih rendah,” imbuhnya.

Manfaat irit dan ramah lingkungan membuat banyak pengendara beralih ke bahan bakar jenis ini. Taufiq menambahkan, kalau dilihat dari portofolio konsumen, justru rata-rata penggunaannya berasal dari ojek online (ojol).

Mereka dikenal sangat berhitung dalam penggunaan bahan bakar, sebab efisiensi langsung berkaitan dengan pendapatan harian. Meski harga Pertamax Green lebih tinggi dibanding Pertamax biasa, banyak ojol yang beralih karena merasakan performa mesin lebih enteng, tenaga lebih stabil, dan konsumsi BBM lebih hemat.

Darno, seorang driver ojek online, mengaku sudah menggunakan Pertamax Green 95 sejak hadir di Jogja. Ia merasa lebih nyaman dalam bekerja setelah mengganti bahan bakarnya.

“Tarikan jadi lebih enteng. Harga juga tidak terlalu mahal,” ujar Darno.

Perbedaan ini sangat terasa terutama bagi pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan bensin beroktan rendah (RON 90). Dengan RON 95 yang dimiliki Pertamax Green, pembakaran mesin lebih sempurna sehingga penggunaan BBM lebih irit sekaligus ramah lingkungan.

Hal ini seperti yang dirasakan oleh Daniel, warga Jogja yang tertarik beralih ke Pertamax Green karena ikut serta dalam pembuatan video campaign bersama dengan Doni Tata.

“Melihat review yang diberikan Mas Doni kalau pakai Pertamax Green bisa buat tarikannya enteng dan membuat mesin lebih bertenaga,” bebernya.

Dari sana, ia pun ingin turut merasakannya. Menurutnya, ternyata memang banyak perbedaan yang ia rasakan dibandingkan ketika menggunakan Pertalite.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved