Bupati Sleman Harda Minta Warga Jangan Mudah Termakan Isu Medsos

Ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi informasi, terutama yang bersumber di media sosial

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Harda Kiswaya 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meminta warga lebih selektif dalam menerima informasi yang bersumber dari media sosial (Medsos). 

Hal tersebut disampaikan Harda, merespons situasi dan kondisi di wilayah Sleman, DIY, terutama pascainsiden lima pos polisi lalu lintas (Polantas) di wilayah Sleman dirusak orang tak dikenal. 

"Saya berharap, jangan termakan isu. Pedomani, bahwasanya program pemerintah itu apik, tidak ada yang (menginginkan) jelek. Oleh karena itu hati-hati membaca informasi dari media sosial," kata Harda, ditemui di Pendopo Parsamya Kabupaten Sleman, Kamis (4/9/2025). 

Ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi informasi, terutama yang bersumber di media sosial karena belum tentu kebenarannya.

Harda juga mengajak masyarakat percaya kepada pemerintah, yang menurutnya, ingin berbuat yang terbaik bagi masyarakat. 

Menyinggung soal aksi demontrasi yang terjadi beberapa waktu lalu, kata Harda, banyak korban yang termakan isu.

Contohnya, banyak anak anak usia SMP maupun SMA yang ternyata ikut-ikutan unjuk rasa.

Lalu ketika menjenguk korban luka pascademontrasi, ada korban yang mengaku pekerjaannya tukang bengkel, yang menurut dia seharusnya tidak ikutan demontrasi. 

"Nah ini kan berarti termakan isu. Kami berharap, intinya bagaimana masyarakat betul-betul harus bisa punya kemampuan menyaring informasi, ini benar apa ora, ini pentingnya opo kanggo aku," ujar dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved