MBG Perdana di Karangmojo Dapat Respon Unik, Siswa Tulis Surat Minta Tambahan Sambel Bawang
Surat-surat itu ditulis pada sobekan kertas yang berisikan suara jujur anak-anak setelah mendapatkan makanan tersebut.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang menyasar sekolah dasar (SD), di Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, digelar perdana pada Kamis (21/8/2025) kemarin.
Uniknya, ada yang berbeda dengan
Baca juga: Masih Ada 49 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di DIY
pelaksanaan MBG tersebut. Para siswa SD yang mendapatkan makan bergizi gratis itu, malah mengirimi surat yang ditujukan ke petugas dapur sehat.
Surat-surat itu ditulis pada sobekan kertas yang berisikan suara jujur anak-anak setelah mendapatkan makanan tersebut.
Ada yang menulis permintaan tambahan menu makanan mulai dari 'tolong tambahkan sambal bawang', 'mie ayam request buah apel, 'kurang jajanan' , 'dikasih susu', hingga ucapan terima kasih kepada relawan yang sudah mengantar makanan.
Surat-surat itu diselipkan di dalam ompreng bekas makan yang menjadi wadah makan bergizi gratis tersebut.
Merespon hal tersebut, Kepala Dapur atau penanggung jawab vendor penyedia MBG di Kalurahan Jatiayu, Muncarno, mengaku terharu dengan pesan- pesan dari para siswa SD tersebut.
Menurutnya, surat-surat itu merupakan bentuk apresiasi dari anak-anak, serta mereka merasa nyaman dan berani menyampaikan keinginan mereka.
"Bangga terharu, senang, bahwa program MBG diterima, rata-rata request menu, ada yang minta mie ayam, anggur hijau, hingga minta sambel bawang," kata Muncarno, pada Jumat (22/8/2025).
Dia mengatakan pihaknya tidak pernah meminta anak-anak untuk menulis review makanan MBG setelah pelaksanaan perdana tersebut.
"Jadi, itu semua spontanitas dari para murid. Tidak ada yang meminta," kata dia.
Muncarno mengatakan surat-surat kecil yang diselipkan bekas wadah makanan itu menjadi penguat semangat bagi para tim di dapur sehat yang harus melayani 33 satuan pendidikan di Kapanewon Karangmojo.
"Pesan sederhana itu membuat kami semangat. Meskipun bekerja keras sejak pagi, semua lelah seakan terbayar lunas ketika melihat anak-anak tersenyum puas setelah makan siang," ucapnya.
Menurutnya, kertas kecil bertuliskan “tolong tambahkan sambel bawang” mungkin tampak sepele. Namun bagi penyelenggara, pesan itu menjadi simbol bahwa anak-anak sudah merasa cukup nyaman untuk jujur menyampaikan keinginan.
"Mereka tidak hanya menerima, tetapi juga merasa punya ruang untuk didengar," ucapnya.
| UNY Siap Kelola SPPG Jika Diberi Amanah, Ini Alasan Rektor |
|
|---|
| Dari 113 Satuan Pelayanan Gizi yang Beroperasi di Bantul, Hanya 11 Memiliki Izin NIB yang Lengkap |
|
|---|
| MBG di Klaten Dievaluasi, Bupati Hamenang Soroti Pengawasan SPPG |
|
|---|
| Program MBG Dinilai Masih Banyak Kelemahannya, DPR RI Suarakan Audit Nasional |
|
|---|
| Rektor UII Tak Setuju Kampus jadi Pengelola Dapur MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/MBG-Perdana-di-Karangmojo-Dapat-Respon-Unik-Siswa-Tulis-Surat-Minta-Tambahan-Sambel-Bawang.jpg)