Wamendag RI Lepas Produk Ekspor dari Kabupaten Bantul

Wamendag mengatakan bahwa pelepasan itu menjadi bagian program UMKM bisa ekspor dari Kementerian Perdagangan Indonesia.

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
KUNJUNGAN - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, di sela-sela pelepasan produk ekspor di CV Palem Craft, Trirenggo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (26/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Wamendag RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, melakukan pelepasan ekspor produk home decor CV Palem Craft ke pasar Eropa.
  • Pelepasan itu menjadi bagian program UMKM bisa ekspor dari Kementerian Perdagangan Indonesia.
  • Pemkab Bantul mengapresiasi produk lokal Bantul dan DIY bisa tembus pasar Internasional. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, melakukan pelepasan ekspor produk home decor CV Palem Craft ke pasar Eropa.

Pelepasan dilakukan di CV Palem Craft, Trirenggo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (26/11/2025).

Wamendag mengatakan bahwa pelepasan itu menjadi bagian program UMKM bisa ekspor dari Kementerian Perdagangan Indonesia.

Melalui program itu, diharapkan UMKM Tanah Air dapat berdaya saing di pasar Internasional. Sebab, pihaknya menyakini bahwa potensi UMKM di Indonesia sangat beragam.

"Kita mengetahui, bahwa potensi (UMKM) itu sangat beragam. Kita mempunyai unggulan di berbagai komoditas, baik itu yang dilihat hari ini berupa produk home decor," katanya di sela-sela pelepasan ekspor produk home decor CV Palem Craft ke pasar Eropa.

Dikatakannya, produk ekspor di Tanah Air ada peningkatan.

Dari tahun 2020 hingga tahun 2024 terdapat 19,98 persen.

Kemudian, apabila dilihat data dari Januari hingga September 2025, kembali terjadi peningkatan ekspor sekitar 5,5 persen.

"Dan pada prinsipnya, kita punya target ekspor sekitar tujuh persen, namun sudah melampaui target. Jadi kita, alhamdulillah ini kerja keras yang sangat luar biasa di unit kami yakni pengembangan ekspor Nasional, sehingga ekspor kita sudah mencapai delapan koma sekian persen," tuturnya.

Menurutnya, pencapaian itu bisa terjadi berkat kerja keras para pelaku usaha. Mana dari itu, pihaknya memberikan apresiasi besar kepada para pelaku usaha yang mampu meningkatkan pasar ekspor produk lokal Tanah Air.

Di sela-sela pelepasan ekspor produk home decor CV Palem Craft ke pasar Eropa itu, Wamendag juga sempat melihat proses pembuatan produk ekspor dari hulu hingga hilir. Dalam proses itu, kata Wamendag, sangat menekankan penting sustainability.

"Jadi, menciptakan produk dari from one to the other (dari satu ke yang lain) hingga yang tadinya limbah itu bisa difungsikan kembali untuk menciptakan produk yang baru. Ini amat sangat luar biasa dan pasarnya luas sekali," papar Wamendag.

Baca juga: Puncak Peringatan HKN 2025, Dinkes Bantul Gelar Bregas Waras Festival

Lebih lanjut, ia merasa senang bahwa home decor CV Palem Craft tidak hanya sekali ini melakukan pelepasan ekspor.

Pelepasan ekspor itu dilajukan pada setiap bulan. Bahkan, pada pelepasan ekspor kali ini ke Belgia dan Eropa dengan catatan 30 ribu USD.

"Berarti ini menandakan bahwa produk kita diminati, berkualitas, dan sesuai dengan harapan dari masyarakat internasional dan dunia. Saya hanya titip, bahwa masyarakat harus kita pikirkan dan saya yakin, saya melihat di sini melibatkan perempuan dan laki-laki dari seluruh elemen," ujarnya.

Tembus Pasar Internasional

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, mengaku senang, produk lokal Bantul dan DIY bisa tembus pasar Internasional.

Ia pun turut menyinggung soal tarif pasar ekspor produk ke Amerika yang sampai saat ini tidak ada perubahan dan sanksi tertentu.

"Hari ini kan pelepasan produk ekspor oleh ibu Wamendag ke Belgia, Amerika, Eropa. Kemudian, terkait dengan Amerika ini memang belum ada saksinya untuk hal tersebut. Jadi ini masih tarif yang lama, karena merupakan hasil kesepakatan sebelumnya," papar dia.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan, dari seluruh industri yang ada di Kabupaten Bantul itu, tak satupun punya bahan baku yang diproduksi di Bantul. Artinya, produk ekspor selama ini berasal dari bahan baku impor di beberapa kota Tanah Air.

"Artinya, warga Bantul ini hidup dari kreativitas dan Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa sektor yang memberikan kontribusi terbesar di Bantul ini adalah sektor industri, di dalamnya industri kreatif. Itu sejumlah 14,08 persen," tutup dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved