Temuan Kasus Aktif TBC di Gunungkidul Rendah, Dinkes: Periksa Jika Bergejala

Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan Kabupaten Gunungkidul memiliki target menemukan 10.170 terduga TB.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Ist
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala tuberkulosis (TBC). Hal ini mengingat temuan kasus aktif TBC masih terbilang rendah. 

Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan Kabupaten Gunungkidul memiliki target menemukan 10.170 terduga TB.

Namun saat ini masih terjaring sekitarnya 3.911 kasus atau sebesar 38,5 persen dari target yang telah ditentukan tersebut.

"Penyakit TBC ini kan, harus secepatnya diobati agar tidak menular ke orang lain. Ini yang menjadi kendala di lapangan, banyak masyarakat tidak mau memeriksakan diri ketika mengalami gejala TBC tadi," ucapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (21/8/2025).

Dia menjelaskan gejala TBC umumnya ditandai dengan batuk berdahak lebih dari dua minggu, badan lemas, hingga penurunan berat badan drastis.

Maka, jika merasakan hal tersebut harus segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

"Ini akan mempermudah tracingnya. Jadi, setelah pemeriksaan penderita TBC akan diberikan pengobatan yang akan diminum selama 6 bulan.

Sedangkan, keluarga terdekat juga akan diberi obat pencegahan. Kalau sudah ditangani seperti ini, tidak terjadi penularan yang lebih luas," ucapnya.

Ismono mengatakan TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman bakteri dan bisa menular lewat batuk. Jadi, TBC bukanlah penyakit keturunan karena semua orang bisa terkena.

“Ini yang bahaya jika tidak segera diobati bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.

Sementara itu, upaya yang dilakukan Dinkes Gunungkidul untuk menemukan kasus aktif TBC lewat Active Case Finding Tuberkulosis (ACF TB).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco, mengatakan pihaknya sudah menggelar ACF TB di 30 Puskemas, pada 22 April- 12 Juni 2025 lalu.

Dalam pelaksanaan tersebut, sebanyak 3.000 orang menjadi sasaran skrining dengan kriteria kontak erat dengan penderita TBC serumah yang sudah ditemukan.

"Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi kasus TBC, mengurangi penyebaran penyakit, meningkatkan kualitas pengobatan dan pelayanan kesehatan serta mengurangi angka kematian TBC," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved