Cerita Buruh Jahit di Pekalongan Didatangi Petugas Pajak Karena Punya Catatan Transaksi Rp 2,8 M
NIK buruh asal Desa Coprayan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, bernama Ismanto (32) disalahgunakan untuk pembelian kain senilai Rp 2,8 miliar.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Setelah menerima tagihan itu, Ismanto lantas mendatangi KPP Pratama Pekalongan untuk melakukan klarifikasi.
Ia menegaskan tak pernah melakukan transaksi pembelian kain dalam jumlah besar.
Ismanto pun berharap tagihan bernilai fantastis itu bisa dibatalkan.
"Saya berharap identitasnya tidak lagi disalahgunakan dan tagihan yang tidak masuk akal itu bisa dibatalkan."
"Alhamdulillah, saya sudah klarifikasi ke kantor pajak dan nama saya disalahgunakan," pungkasnya.
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Naik ke Penyidikan, Gus Yaqut Bakal Dipanggil Lagi oleh KPK
Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pekalongan, Subandi menyebut kedatangan petugas pajak ke rumah Ismanto bukan untuk melakukan penagihan.
Melainkan untuk meminta klarifikasi soal data transaksi yang tercatat dalam sistem administrasi pajak.
Ia juga membantah soal tagihan pajak yang bernilai Rp2,8 miliar.
Subandi menyebut nominal itu bukan tagihan pajak, melainkan nilai transaksi.
"Memang benar surat tersebut resmi dari KPP Pratama, dan petugas datang sesuai SOP. Maksud kami hanya untuk mengonfirmasi, bukan menagih."
"Dalam data administrasi kami, terdapat transaksi atas nama yang bersangkutan senilai Rp2,8 miliar. Itu nilai transaksinya, bukan pajaknya," jelas Subandi, Jumat, masih dari TribunJateng.com.
Lebih lanjut, Subandi mengatakan, berdasarkan data Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak tahun 2021, Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik Ismanto digunakan dalam transaksi dengan sebuah perusahaan.
Atas hal itulah, petugas KPP Pratama Pekalongan melakukan verifikasi langsung terhadap Ismanto.
"Kedatangan kami ke rumah wajib pajak hanya untuk mencari kejelasan. Apakah benar wajib pajak yang melakukan transaksi tersebut?"
"Bisa jadi NIK-nya dipinjam. Kami ingin tahu kebenarannya," tutur dia.
PLN dan Pemkot Pekalongan Perkenalkan Electrifying Lifestyle Lewat Lomba Masak Pakai Kompor Induksi |
![]() |
---|
Sebulan Berjuang Melawan Racun Ular Weling, Rafa Akhirnya Berpulang |
![]() |
---|
Kasus Balita Umur 3,5 Tahun Asal Klaten Ditinggal Ibunya di Pekalongan |
![]() |
---|
Keluhan Warga Ditanggapi Dengan Kata-Kata Kasar, Bupati Pekalongan Salahkan Admin Medsos |
![]() |
---|
Jenazah Aurel Ditemukan di Bawah Reruntuhan Bangunan yang Tersapu Longsor Pekalongan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.