Waspada Burnout! Lingkungan Suportif Bisa Redakan Stres Berlebihan
Burnout sejatinya memiliki dampak serius terhadap kesejahteraan mental bila tidak ditangani dengan tepat.
Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Oleh karena itu, masyarakat, terutama lingkungan kampus dan kantor, perlu membangun ekosistem yang lebih peduli dan responsif terhadap kesehatan mental.
“Fenomena burnout memang sulit dihindari di tengah kompleksitas kehidupan saat ini. Namun dengan membangun komunikasi yang suportif, kita bisa membantu sesama tumbuh lebih sehat tanpa harus terperangkap dalam kelelahan mental yang membahayakan,” pungkasnya. (*)
Baca Juga
| Jawaban Kritis UMY Merespons Wacana Kemdiktisaintek Dorong Kampus Bangun SPPG |
|
|---|
| Belasan Bayi Dievakuasi di Sleman, Pakar Hukum UMY Sebut Ada Ancaman Pidana Bagi Bidan ORP |
|
|---|
| Delegasi UMY Bertemu Kardinal Vatikan, Sepakati Koalisi Organisasi Keagamaan Lawan Perang Ekonomi |
|
|---|
| Festival ICCF UMY, Saat Kuliner dan Budaya Jadi Bahasa Universal Perdamaian |
|
|---|
| Ekonom UMY Perkirakan Inflasi DIY Meningkat pada April 2026, Ini Pemicunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-academic-burnout.jpg)