Pakar HI UMY: Indonesia Perlu Lebih Proaktif Hadapi Konflik Thailand-Kamboja
Zain Maulana menekankan peran vital Indonesia, yang secara tradisional dianggap sebagai pemimpin ASEAN karena merupakan salah satu pendiri ASEAN
Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
“Walaupun Indonesia memiliki banyak ‘mainan’ baru di luar sana seperti BRICS dan lainnya, kasus ini semakin menunjukkan bahwa peran Indonesia di ASEAN tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.
Indonesia, sebagai salah satu pendiri dan pemimpin kultural ASEAN, memiliki pertaruhan besar untuk mendorong ASEAN agar tetap relevan.
Zain menyoroti bagaimana diplomasi Presiden Prabowo Subianto, yang memiliki latar belakang pertahanan dan militer yang kuat, akan menjadi menarik dalam menyikapi isu ini.
“Seharusnya ini menjadi pertaruhan. Bagaimana Prabowo menuntun atau terlibat dalam isu ini dengan menggunakan ASEAN,” pungkas Zain, meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi terbesar untuk mendorong perdamaian dan penyelesaian masalah ini di level ASEAN. (*)
Baca Juga
| Belasan Bayi Dievakuasi di Sleman, Pakar Hukum UMY Sebut Ada Ancaman Pidana Bagi Bidan ORP |
|
|---|
| Delegasi UMY Bertemu Kardinal Vatikan, Sepakati Koalisi Organisasi Keagamaan Lawan Perang Ekonomi |
|
|---|
| Festival ICCF UMY, Saat Kuliner dan Budaya Jadi Bahasa Universal Perdamaian |
|
|---|
| Ekonom UMY Perkirakan Inflasi DIY Meningkat pada April 2026, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Pakar UMY Sebut Ada Sisi Positif dan Negatif dari Lowker KDMP dan KNMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perang-Thailand-vs-Kamboja.jpg)