Dosen Sebagai Aktor Peradapan

PROFESI dosen salah satu tantangan terbesarnya saat ini adalah peningkatan kualitas dan kewenangan akademik yang diindikasikan dengan jabatan akademik

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Dok Amikom Yogyakarta
Dr.Junaidi,S.Ag.,M.Hum.,M.Kom Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom 


Di sana ada nilai abadi yang tidak mudah lekang. Kalaupun publikasi diindeks atau mendapatkan insentif, itu hanya efek samping karena menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik.


Para filsuf dan cendekiawan besar yang masih berpengaruh, seperti filsuf Al-Khindi, Al-Biruni, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, dan Imam Alghazali, mereka tentu masuk ke dalam mazhab kedua ini. 


Di Indonesia, kita bisa sebut, misalnya, cendekiawan Islam Kuntowijoyo, Nurcholis Madjid, Azyumardi Azra, Syafii Maarif dan  Amin Abdullah. 


Nama mereka dicatat dalam sejarah dengan warna emas. 


Jika saja mereka masuk ke dalam mazhab careerminded scholars, yaitu cenderung menyukai cacah publikasi, misalnya, dan tidak terlalu peduli dengan kualitas. 


Riset yang mereka lakukan bukan ditujukan untuk pengembangan ilmu, tetapi semata kenaikan karir saya yakin, waktu akan dengan mudah melupakan mereka atau sejarah mencatat namanya dengan warna lain.


Secara personal, saya memimpikan semakin banyak dosen yang masuk ke dalam konteks kedua ini. 


Kadang pemimpin harus melakukan ijtihad organisasional, yang tidak selalu membahagiakan semua pihak. 


Jika ini yang terjadi, saya mempunyai satu rumus.


Apapun yang akan kita putuskan, pastikan terbebas dari kepentingan personal. 


Sepandai-pandainya kita menyembunyikan kepentingan personal yang dapat dikemas dengan beragam argumen, waktu akan mengujinya. 


Tidak jarang, pada saatnya, kepentingan personal, jika benar adanya, akan semakin kentara dengan waktu.


Kurikulum dan proses pembelajaran harus didesain dosen supaya mahasiswa mampu berkembang menjadi pembelajar cepat. 


Mereka harus dilatih mengembangkan kemampuan menghubungkan antar titik, antar konsep, untuk membangun jalinan cerita yang bermakna dari materi yang didiskusikan di kelas.


Peran dosen termasuk mahasiswa juga harus diajak mengasah diri untuk mengenali pola solusi dari beragam kelas masalah. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved