Fakta Yogyakarta

Katanya Jogja Romantis, tapi Lebih dari 5.000 Orang Cerai Tiap Tahun, Sleman Penyumbang Terbanyak

Di balik citra manis Jogja, ada fakta pahit yang mungkin tak banyak disadari: angka perceraian di DIY masih tinggi. Sebanyak 5.000 orang bercerai

Tribun Jogja/ Fauziarakhman
Ilustrasi perceraian 

TRIBUNJOGJA.COM - Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kota yang sarat nilai budaya, romantisme, dan ketenangan hidup. Banyak yang menyebutnya sebagai kota pelajar sekaligus kota paling romantis di Indonesia. 

Namun, di balik citra manis itu, ada fakta pahit yang mungkin tak banyak disadari: angka perceraian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan tren tinggi setiap tahunnya. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, rata-rata lebih dari 5.000 kasus perceraian terjadi setiap tahun di provinsi ini. 

Ironisnya, Kabupaten Sleman yang dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi dan pendidikan paling pesat justru menjadi penyumbang kasus perceraian tertinggi. 

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah romantisme Jogja hanya tinggal label, atau ada realitas sosial yang sedang berubah secara diam-diam?

Kasus Perceraian 2023-2024

Pada tahun 2024, jumlah perceraian di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Jika pada tahun 2023 tercatat sebanyak 5.187 kasus perceraian, maka pada tahun 2024 jumlah tersebut turun menjadi 4.719 kasus, atau mengalami penurunan sekitar 9 persen secara keseluruhan.

Penurunan ini terjadi merata di semua kabupaten dan kota di DIY. Gunung Kidul mencatat penurunan paling besar, dari 1.265 kasus pada 2023 menjadi 1.126 kasus pada 2024, berkurang sebanyak 139 kasus. 

Disusul oleh Bantul, yang juga mencatat penurunan signifikan sebesar 119 kasus, dari 1.361 menjadi 1.242 kasus.

Sleman, yang sebelumnya merupakan kabupaten dengan angka perceraian tertinggi di DIY, juga mengalami penurunan dari 1.474 kasus menjadi 1.381 kasus, atau berkurang 93 kasus. 

Baca juga: Tren Baru: Wisatawan Jepang Ramaikan Jogja di Tengah Penurunan Jumlah Wisman di Januari-Mei 2025

Meskipun demikian, Sleman tetap mempertahankan posisinya sebagai wilayah dengan perceraian terbanyak di DIY.

Sementara itu, Kulon Progo mengalami penurunan sebanyak 73 kasus, dari 524 menjadi 451 kasus, yang tergolong penurunan tajam mengingat jumlah dasarnya yang lebih kecil dibanding kabupaten lain. 

Di sisi lain, Kota Yogyakarta mencatat penurunan paling ringan, yaitu 44 kasus, dari 563 menjadi 519 kasus.

Penurunan jumlah perceraian secara umum ini dapat mengindikasikan adanya perbaikan dalam penyelesaian konflik rumah tangga, meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya membina hubungan keluarga, atau efektivitas kebijakan dan program mediasi keluarga yang diterapkan di wilayah DIY. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved