Fakta Yogyakarta

Katanya Jogja Romantis, tapi Lebih dari 5.000 Orang Cerai Tiap Tahun, Sleman Penyumbang Terbanyak

Di balik citra manis Jogja, ada fakta pahit yang mungkin tak banyak disadari: angka perceraian di DIY masih tinggi. Sebanyak 5.000 orang bercerai

|
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Tribun Jogja/ Fauziarakhman
Ilustrasi perceraian 

Namun demikian, dinamika penyebab perceraian tetap perlu dicermati secara lebih mendalam.

Rumah Tangga Rentan KDRT

Jika dilihat dari sisi penyebab, pertengkaran atau perselisihan yang terus-menerus masih menjadi alasan utama perceraian di DIY, baik pada tahun 2023 maupun 2024. 

Namun, jumlahnya mengalami penurunan yang cukup besar, dari 3.921 kasus pada 2023 menjadi 3.431 kasus pada 2024.

Penurunan sebesar 490 kasus ini menjadi sorotan penting, mengingat besarnya porsi penyebab ini terhadap total perceraian.

Sebaliknya, beberapa penyebab perceraian justru mengalami peningkatan pada 2024. 

Salah satunya adalah faktor ekonomi, yang naik dari 583 menjadi 637 kasus, atau bertambah 54 kasus. 

Hal ini menandakan bahwa tekanan ekonomi rumah tangga masih menjadi tantangan yang terus meningkat.

Peningkatan yang mencolok juga terjadi pada faktor Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang naik cukup drastis dari 58 menjadi 93 kasus. 

Ini menunjukkan adanya peningkatan kasus atau kemungkinan meningkatnya kesadaran korban untuk melapor dan mencari keadilan hukum.

Cerai karena Judi Meningkat

Beberapa faktor lain juga mengalami kenaikan, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil. 

Misalnya, perceraian karena zina meningkat dari 4 menjadi 11 kasus, judi dari 7 menjadi 17 kasus, dan murtad atau keluar agama dari 21 menjadi 28 kasus. Bahkan, perceraian karena cacat fisik meningkat hampir lima kali lipat, dari 3 menjadi 14 kasus.

Sebaliknya, beberapa faktor mengalami penurunan. Contohnya, perceraian karena pasangan meninggalkan rumah menurun dari 547 menjadi 453 kasus, dan perceraian akibat kebiasaan mabuk turun dari 25 menjadi 19 kasus. 

Baca juga: Gunungkidul Jadi Rising Star Tujuan Wisata Domestik DI Yogyakarta di Awal 2025

Faktor poligami, madat (narkoba), dan kawin paksa juga menunjukkan tren menurun atau stagnan. Bahkan, faktor lain-lain yang sebelumnya tercatat, tidak muncul lagi dalam data 2024.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved