Pelaku Pelemparan Kereta Api Saat Melintas di Klaten Masih Misteri
enyelidikan kasus pelemparan Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng yang mengakibatkan dua orang penumpang terluka
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
Klaten Tribunjogja.com -- Penyelidikan kasus pelemparan Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng yang mengakibatkan dua orang penumpang terluka, masih terus berjalan.
Aparat kepolisian Polres Klaten telah melakukan penyisiran dan mendatangi lokasi diduga TKP pelemparan kereta api.
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, mengatakan penyelidikan kasus pelemparan kereta api saat ini masih dalam tahap pengembangan. Dikatakan, penyidik Polres Klaten bersama timsus PT KAI telah mendatangi lokasi diduga titik kejadian.
"Kami masih lakukan penyisiran dan kendalanya sangat minim kesaksiaan. Karena itu terjadi pada malam hari dan interval yang diduga lokasi kejadian cukup panjang. Jadi belum tahu titik pastinya di mana itu lokasi pelemparan," ungkap AKP Taufik kepada Tribun Jogja, Kamis (17/7/2025).
Taufik menjelaskan, diduga lokasi pelemparan berada di radius sepanjang sekitar satu kilometer melewati Stasiun Srowot Klaten.
Adapun intervalnya dikatakan kurang lebih 300-500 meter dari titik tersebut.
"Terkait serpihan kaca, kami sudah menelusuri rel kereta api sepanjang hampir dua kilometer di interval tersebut. Tetapi sangat minim, kami belum menemukan serpihan kaca (yang jatuh di jalur rel). Hanya serpihan kaca di dalam gerbong yang sudah kami amankan," ujarnya.
Lebih lanjut, Taufik menyampaikan hingga kini sudah ada lebih dari lima orang saksi yang dimintai keterangan.
Beberapa orang saksi itu meliputi warga setempat, korban, dan petugas PT KAI.
"Saksi lebih dari lima orang sudah kami ambil keterangan. Beberapa juga memberikan kesaksian namun belum ada indikasi mengarah ke pelaku," tutupnya.
Ancaman Hukuman
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan peristiwa tersebut terjadi antara Stasiun Klaten dan Srowot.
Akibat pelemparan batu tersebut, dua orang mengalami luka pada bagian wajah dan kini mendapatkan pengobatan di RS Khusus Mata di Surabaya.
"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Sebagai tindak lanjut, kami telah berkoordinasi dengan Polres Klaten dan warga sekitar untuk melakukan penelusuran pencarian pelaku pelemparan. Selain itu, kerjasama juga dilakukan dengan melaksanakan giat patroli di lokasi rawan pelemparan dan penyuluhan kepada masyarakat sekitar jalur kereta api," katanya, Selasa (08/07/2025).
| Turis Asing Ikut Menari di Klaten Menari 2026, Bupati : Potensi Event Internasional Terbuka Lebar |
|
|---|
| Menjaga Api Tradisi di Jantung Candi: Ambisi Klaten Menjadi Pusat Tari Nusantara |
|
|---|
| Bupati Hamenang Ungkap Upaya Tekan Bullying di Sekolah, Libatkan Forkopimda & Perkuat Edukasi Siswa |
|
|---|
| Hardiknas 2026 di Klaten: Upacara Meriah hingga Pakta Integritas SPMB |
|
|---|
| Bupati Hamenang Jenguk Korban Keracunan Massal di Kecamatan Tulung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Polres-Klaten-Tingkatkan-Patroli-dan-Libatkan-Peran-Tokoh-Masyarakat-kereta-api.jpg)