Pertukaran Budaya Magelang–Karanganyar Hadirkan Wayang Kulit

Suasana semarak dengan penampilan komedian seperti Kirun, Marwoto, dan Kadir yang menghibur di sela pementasan wayang kulit.

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
PERTUKARAN BUDAYA: Pembukaan Pertukaran budaya dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magelang berlangsung meriah. 

Ringkasan Berita:
  • Pagelaran wayang kulit di Terminal Secang Magelang meriah dengan ribuan warga dan penampilan komedian Kirun, Marwoto, serta Kadir.
  • Bupati Magelang menegaskan pertukaran budaya penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama antar daerah.
  • Pemkab Magelang meluncurkan Gerakan Sanggar Seni Sekolah yang sudah diikuti 19 sekolah untuk integrasi budaya dalam pendidikan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pagelaran wayang kulit dalam rangka pertukaran budaya antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Karanganyar berlangsung meriah di Terminal Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang Sabtu (2/5/2026). 

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini sukses menyedot perhatian ribuan warga.

Penampilan pelawak‎

 

Suasana semakin semarak dengan penampilan komedian seperti Kirun, Marwoto, dan Kadir yang menghibur di sela pementasan wayang kulit. Dalang KRA. H. Gunarto Talijenoro membawakan lakon “Kisah Cinta Wilutomo” dengan iringan karawitan spesial Putri Wanito’Mbok Group asal Karanganyar.

‎Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, para seniman, budayawan, dan tamu undangan. Ia menegaskan bahwa pertukaran budaya menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama antar daerah.

‎“Pertukaran budaya bukan sekadar menampilkan seni, tetapi menjadi ruang perjumpaan nilai, gagasan, dan jati diri. Budaya harus tetap hidup dan menjadi kekuatan dalam pembangunan,” ujarnya.

‎Ia juga menyoroti kekayaan budaya kedua daerah. Kabupaten Magelang dikenal dengan warisan sejarah seperti Candi Borobudur serta tradisi masyarakat di lereng Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh. Sementara Kabupaten Karanganyar memiliki kekuatan budaya yang berakar dari spiritualitas Gunung Lawu dan tradisi lokal yang tetap terjaga.

Launching Gerakan Sanggar Seni Sekolah



‎Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang turut meluncurkan “Gerakan Sanggar Seni Sekolah” sebagai upaya pemajuan kebudayaan di kalangan pelajar. Hingga kini, program tersebut telah diikuti oleh 19 sekolah di wilayah Kabupaten Magelang.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiyono, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menghadirkan pendidikan yang lebih holistis melalui integrasi budaya dalam proses belajar.

‎“Pendidikan dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Melalui gerakan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik,” jelasnya.

‎Perwakilan kelompok Wanito’Mbok Karanganyar, Dyna Putri, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama di bidang kebudayaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak luas, termasuk bagi penguatan ekonomi masyarakat.

‎“Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat nilai budaya, tetapi juga berdampak positif bagi sektor ekonomi, terutama UMKM,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi sambutan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Magelang sehingga bisa mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan oleh para penari dan seniman yang ada.

"Ijin pak Bupati kalau bisa berkolaborasi kembali di lain kesempatan, supaya persaudaraan antar seniman dari Kabupaten Magelang dan Karanganyar ini bisa lebih erat," tutupnya.

Caption foto : Pembukaan Pertukaran budaya dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magelang berlangsung meriah. Tribunjogja.com/ yuki pramudya.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved