Geopark Night Specta Vol. 7.0 dan Festival Coklat Nglanggeran 2025 Segera Digelar
Event untuk mengenalkan potensi keindahan geologi dan biodiversity Gunung Sewu ini sudah memasuki tahun ketujuh pada 2025.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Event tahunan Geopark Night Specta di Kabupaten Gunungkidul akan kembali digelar, di Amphitheater Embung Nglanggeran, pada 18-20 Juli 2025.
Event untuk mengenalkan potensi keindahan geologi dan biodiversity Gunung Sewu ini sudah memasuki tahun ketujuh pada 2025.
Tahun ini, Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Gunungkidul berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY untuk mensukseskan acara tersebut.
Sehingga, dua event sekaligus yakni Geopark Nigth Specta Vol.7 dan Festival Coklat Nglanggeran akan menjadi agenda pariwisata menarik.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dana Keistimewaan DIY.
Event bertema Simfoni Taman Bumi ini diharapkan tidak hanya memperluas pengenalan Geopark di tingkat nasional dan internasional, namun memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ruang promosi UMKM, edukasi kreatif, hingga pelibatan aktif generasi muda dalam pelestarian lingkungan dan budaya.
Geosite Nglanggeran merupakan satu dari 13 geosite Gunungkidul yang tergabung dalam Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, bersama Pacitan dan Wonogiri.
"Event Geopark Night Specta ini diselenggarakan dalam rangka menghargai pengakuan itu," kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, dalam podcast Rembag Kaistimewan bertema 'Geopark Night Specta dan Festival Coklat Nglanggeran 2025', Rabu (16/7/2025).
Podcast Rembag Kaistimewan menghadirkan narasumber di antaranya Aris Eko Nugroho SP MSi (Paniradya Pati Kaistimewan DIY), Haniah Anna Susanti SP (Kepala Bidang Perkebunan DPKP DIY), Mursidi (Ketua Desa Wisata Nglanggeran) dengan host Yanti Lemoe dan co-host Novi Kalur.
Tema besar yang diangkat dalam event ini Simfoni Taman Bumi, yang berarti kolaborasi potensi lokal yang mencakup budaya, pertanian, kuliner, dan kearifan lokal.
Baca juga: APY Yogyakarta Gandeng Pemkal Banjarharjo Kulon Progo, Hendak Kembangkan Agrowisata Kalisentul
Semua unsur itu dirangkai layaknya orkestra dalam perhelatan Geopark Night Specta.
Tidak hanya menghadirkan hiburan malam hari, event ini juga menyuguhkan pameran produk UMKM, edukasi kebumian, hingga penanaman pohon oleh pelajar SMP dan SMA di sekitar Kapanewon Patuk.
“Tujuan kami adalah membangkitkan kepedulian terhadap geopark sebagai warisan bumi sekaligus titipan bagi anak cucu. Melalui edukasi dan pelibatan aktif generasi muda, kami harap nilai-nilai pelestarian ini terus hidup,” ujar Windu.
Dari sektor pertanian dan ketahanan pangan, Haniah Anna Susanti, melihat event ini menjadi peluang untuk mengenalkan potensi coklat lokal dari Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul.
Festival Coklat Nglanggeran tahun ini menjadi edisi ketiga yang digelar dengan dukungan Dana Keistimewaan.
| Hari Terakhir Festival Cokelat Nglanggeran 2025 di Gunungkidul |
|
|---|
| Trajumas, Warisan Kopi Jawa yang Dihidupkan Kembali oleh Generasi Muda Kulon Progo |
|
|---|
| Peringatan Hari Kartini 2025: Perempuan DIY dan Kearifan Lokal sebagai Pilar Kemajuan |
|
|---|
| Menjaga Keaslian Rasa, Membawa Identitas Jogja Lewat Mie Lethek |
|
|---|
| Saksi Bisu Letusan Merapi, Museum Ini Tawarkan Pengalaman Edukatif yang Menarik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Geopark-Nigth-Specta-Vol7.jpg)