Ubur-ubur Masih Ditemukan di Kawasan Pantai Selatan Gunungkidul, SAR Beri Edukasi pada Wisatawan
Beberapa pantai seperti Pantai Baron, Krakal, Drini, hingga Sepanjang masih ditemukan hewan laut tersebut terdampar di bibir pantai.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kemunculan ubur-ubur di kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul masih terus terjadi hingga pertengahan Juli 2025.
Beberapa pantai seperti Pantai Baron, Krakal, Drini, hingga Sepanjang masih ditemukan hewan laut tersebut terdampar di bibir pantai.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Marjono, menuturkan meski jumlahnya tidak sebanyak bulan lalu, keberadaan ubur-ubur tetap perlu diwaspadai wisatawan.
Sebab, sengatan ubur-ubur bisa menyebabkan iritasi kulit, gatal, bahkan luka melepuh jika tidak segera ditangani.
"Kami pun rutin memberikan edukasi langsung di lapangan kepada wisatawan, baik melalui pengeras suara maupun sosialisasi langsung. Terutama mengingat banyak yang belum paham bahaya dari ubur-ubur yang tampak seperti plastik atau balon ini," ucapnya saat dikonfirmasi pada Minggu (13/7/2025).
Dia melanjutkan pihaknya juga mengimbau pengunjung untuk lebih berhati-hati ketika bermain air di pesisir pantai.
Wisatawan diingatkan agar tidak memegang ubur-ubur meskipun dalam kondisi mati.
"Selama Juli ini, jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur masih nihil. Mudah-mudahan adanya edukasi ini membuat wisatawan lebih berhati-hati," ucap dia.
Baca juga: 230 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Parangtritis Bantul Selama Sebulan Terakhir
Sementara itu, dia mengatakan jika terkena sengatan, pengunjung disarankan segera membilas dengan air laut, menghindari penggunaan air tawar karena bisa memperparah reaksi sengatan.
"Kalau masih terasa sakit, segera lapor ke pos SAR atau petugas yang berjaga untuk penanganan lebih lanjut," imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris SAR Satlinmas Resque Istimewa Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan kemunculan ubur-ubur jenis botol biru di sejumlah kawasan pantai ditemukan sejak Sabtu (28/6/2025) lalu.
"Dari hari kemarin ubur- ubur sudah muncul di permukaan air laut di pantai selatan DIY. Kemunculan ubur-ubur ini memang terjadi setiap tahunnya, biasanya saat memasuki Juli, Agustus, dan September," tuturnya.
Ia menjelaskan fenomena kemunculan ubur-ubur ini ke permukaan air laut terjadi ketika musim dingin tiba.
Akibatnya, ubur-ubur berkumpul di tengah samudra kemudian menepi sampai daratan karena di dorong kecepatan angin dan gelombang laut.
"Makanya, banyak ubur-ubur yang terdampar dan berserakan di tepi pesisir pantai. Ubur-ubur ini memiliki ciri berwarna biru menggelembung seperti balon udara dan ada serabut tentakel yg bisa menyengat seperti kalajengking," urainya. (*)
Atasi Masalah Narkoba, Ini Langkah Pemkab Gunungkidul dan BNNP DIY |
![]() |
---|
Mendekati Puncak Kemarau, BPBD Gunungkidul Sebut Belum Ada Permintaan Droping Air |
![]() |
---|
17 Pegawai Non ASN Gunungkidul Batal Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Kata BKPPD |
![]() |
---|
Hewan Ternak Mati karena Penyakit Menular, 14 Peternak di Gunungkidul Mendapat Kompensasi |
![]() |
---|
Bupati Gunungkidul Dorong KNMP Jadi Pemasok Kebutuhan Lauk di Program MBG |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.