930 Jemaah Haji Asal Bantul Telah Tiba dengan Selamat di Tanah Air
Dari 932 jemaah haji Kabupaten Bantul yang berangkat ke Tanah Suci, sejumlah 930 tercatat telah sampai di Kabupaten Bantul dengan selamat.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul menyebut dari 932 jemaah haji Kabupaten Bantul yang berangkat ke Tanah Suci, sejumlah 930 tercatat telah sampai di Kabupaten Bantul dengan selamat.
Sedangkan dua jemaah haji lagi tidak kembali ke Tanah Air dikarenakan meninggal dunia di Arab Saudi pada saat menjalankan ibadah haji.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, Ahmad Shidqi, saat dikonfimasi menuturkan jemaah haji terakhir pada tahun 2025 telah tiba di Kabupaten Bantul pada Jumat (11/7/2025) pagi.
Jemaah haji tersebut merupakan kloter sapu jagad atau kloter 95 SOC yang diisi oleh sembilan jemaah haji asal Kabupaten Bantul.
"Alhamdulillah, semua jemaah haji kita yang berangkat ke Arab Saudi sejak sebulan lalu, telah kembali tiba di Kabupaten Bantul dengan selamat. Dan alhamdulillah, sejauh ini, tidak ada jemaah haji asal Kabupaten Bantul yang dirawat di rumah sakit," ucapnya, kepada Tribunjogja.com.
Shidqi mengaku ada beberapa jemaah haji asal Bumi Projotamansari yang memang mengalami keterlambatan pulang, akan tetapi itu dikarenakan faktor teknis dari alat transportasi bukan dikarenakan adanya perang Iran-Israel.
Kondisi itu dialami oleh jemaah haji asal Bantul dari Kloter 71 SOC.
"Kloter 71 SOC itu sempat terlambat pulang ke Tanah Air karena pesawat harus ganti ban, maka jadwal kepulangan sempat tertunda sekitar tiga atau empat jam. Sekali lagi itu karena kendala pada transportasi bukan karena ada perang," jelas dia.
Ditambahkan, sejauh ini, para jemaah haji asal Kabupaten Bantul juga tercatat taat aturan yakni tidak membawa air zam-zam dalam skala yang banyak di kabin pesawat.
Pasalnya, berdasarkan aturan penerbangan tidak diperkenankan untuk membawa benda cair di dalam cabin pesawat.
"Memang, rata-rata jemaah kita di Indonesia ini ingin membawa air zam-zam dalam jumlah yang banyak. Tapi, khusus jemaah haji asal Kabupaten Bantul, kami sudah menyampaikan aturan larangan membawa benda cair di cabin, sehingga mereka patuh dan tidak ada jemaah yang nekat mengangkut air zam-zam dalam jumlah yang banyak," ujar dia.
Ia pun mengaku bahagia atas kepulangan jemaah haji Bumi Projotamansari yang berjalan lancar dan aman.
Ia berharap agar para jemaah haji itu tetap diberikan kesehatan, menjadi haji mabrur, dan meningkatkan kesalahan di masyarakat usai menjalankan ibadah haji.
Setelah ini, kata Shidqi, akan ada evaluasi terkait pelaksanaan ibadah haji dan kesehatan jemaah haji bersama sejumlah belah pihak.
Apalagi, biasanya, para jemaah haji yang kembali ke Indonesia akan mendapatkan pantauan kesehatan dari Puskesmas setempat.
"Biasanya, Puskesmas setempat akan memantau kondisi para jemaah haji setelah tiba di masing-masing wilayah selama dua minggu. Nantinya, kalau ditemukan jemaah haji yang sakit, akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan meminta menghubungi Puksesmas terdekat," tutup dia.(*)
Pemkab Bantul Tengah Proses Oknum Guru PPPK yang Lakukan Tindak Pencabulan |
![]() |
---|
Berkas Perkara Mbah Tupon Resmi Dilimpahkan ke PN Bantul, Sidang Dimulai pada 8 September 2025 |
![]() |
---|
Seorang WNA Aniaya Warga Bantul, Polisi Selidiki Motif Pelaku |
![]() |
---|
Produk UMKM Lokal Hingga Baju Daur Ulang Sampah Ditampilkan dalam Sanden Fair 2025 di Bantul |
![]() |
---|
Wisatawan hingga Nelayan di Pantai Selatan Diimbau Hati-hati, Ada Potensi Gelombang Tinggi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.