Tiga SMP Negeri di Bantul Kekurangan Siswa, Ini Kata Disdikpora

Sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan siswa yakni SMPN 2 Sanden, SMPN 2 Kretek dan SMPN 1 Bambanglipuro.

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menyebut sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negari di Bantul mengalami kekurangan siswa baru. 

"Sampai saat ini, saya masih menunggu data resmi dari masing-masing SMP. Tapi, kemarin ada sih kabar bahwa beberapa sekolah di Kabupaten Bantul masih kekurangan siswa," kata Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, kepada Tribunjogja.com, Kamis (10/7/2025).

Disampaikannya, sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan siswa yakni SMPN 2 Sanden, SMPN 2 Kretek dan SMPN 1 Bambanglipuro.

Namun, ia tidak bisa menjelaskan detail jumlah siswa yang kurang siswa pendaftar tersebut. 

"Yang jelas, dari tiga sekolah itu tidak ada sekolah yang nihil siswa pendaftar," ucap Nugroho. 

Tiga sekolah itu mengalami kekurangan siswa dikarenakan beberapa hal.

Salah satunya yakni adanya siswa yang mengundurkan diri dikarenakan ingin masuk ke pondok pesantren. 

"Kemudian, untuk penerimaan siswa SMP swasta masih berjalan. Sedangkan, yang rekapan SMPN yang kekurangan siswa itu masih kami tunggu sampai Jumat besok. Setelah itu kan akan ada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS)," jelas Nugroho. 

Baca juga: Bupati Bantul Resmikan Proyek Infrastruktur Dana Keistimewaan

Artinya, apabila sampai besok ini data tiga sekolah tersebut masih tetap kekurangan siswa, maka yang proses kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya diikuti oleh jumlah siswa yang ada.

"Untuk MPLS ini akan berlangsung lima hari. Selama MPLS, siswa kelas 13 baru bisa menggunakan pakaian SD. Setelah itu, Minggu depannya akan ada KBM. Nah, ini kami juga sudah arahkan ke masing-masing orang tua, terkait penggunaan seragam sekolah," urainya.

Dengan begitu, dipastikan bahwa masing-masing sekolah negari di Bumi Projotamansari tidak melakukan jual beli seragam maupun buku lembar kerja siswa (LKS). Sebab, sekolah negeri sudah memberikan fasilitas buku untuk siswanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMPN 2 Kretek, Setyo Mawarto, membenarkan bahwa hingga saat ini, di sekolahnya mengalami kekurangan lima siswa, sedangkan 123 siswa sudah diterima di sekolah tersebut. 

"Itu terjadi karena di empat sekolah dasar (SD) Kretek mungkin jumlah siswa dari Kabupaten Bantul sedikit. Di SD Parangtritis 1 dan 2 itu kan beberapa anak ada dari Kabupaten Gunungkidul," jelas dia.

Pasalnya, lokasi sekolah itu berada di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.

Secara wilayah, siswa yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul tidak bisa mendaftar ke SMPN 2 Kretek.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved