76 SD Negeri di Sleman Sepi Peminat, Bupati Harda Kiswaya: Sekolah itu Pilihan

Menurut dia, sekolah adalah pilihan sehingga masyarakat bebas menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri atau swasta. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman, Harda Kiswaya 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Harda Kiswaya angkat bicara terkait sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Sleman yang minim peminat.

Menurut dia, sekolah adalah pilihan sehingga masyarakat bebas menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri atau swasta. 

Namun, dirinya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Sembada. 

"Untuk yang (sekolah) negeri, kapasitas guru Saya minta ditingkatkan. Agenda-agenda untuk diklat dan sebagainya. Ini untuk peningkatan kapasitas," kata dia, kamis (10/7/2025). 

Selain itu, kata Harda, tidak kalah penting adalah peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah.

Ia mengaku berkomitmen untuk meningkatkan sarpras sekolah di Kabupaten Sleman melalui peningkatan fasilitas fisik seperti rehab ruang kelas maupun penyediaan bahan ajar yang memadai. 

Bagi Harda Kiswaya kesejahteraan guru juga penting untuk diperhatikan. 

"Itu pendekatan yang saya lakukan. Tapi berkaitan dengan pilihan sekolah, saya serahkan kepada masyarakat. Karena sekolah itu pilihan, mau di negeri mau di swasta, monggo. Nah dari situ biar semua berkembang," kata Harda. 

Baca juga: SD Negeri Taraman Sleman Cuma Dapat Tiga Siswa Baru di SPMB 2025,  Pembelajaran Tetap Jalan

Mantan Sekda Kabupaten Sleman itu mengungkapkan, ketika banyak orangtua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta, dirinya juga ikut senang.

Sebab, hal itu berarti sekolah swasta ikut berkontribusi, mengambil peran dalam meningkatkan daya saing bagi generasi Kabupaten Sleman lewat dunia pendidikan. 

Baginya sekolah swasta maupun negeri adalah pilihan. 

"Yang penting dari segi kebijakan pemerintah, kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah harus bagus. Karena (bukan hanya negeri), swasta pun kami bantu loh sarana dan prasarananya. Jadi kami berperan juga untuk swasta berkembang," kata Harda. 

Sebagaimana diketahui, sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman mengalami penurunan jumlah murid yang cukup signifikan.

Pada tahun ajaran 2025/2026 ini, banyak sekolah yang hanya menerima kurang dari 10 anak sebagai murid baru.

Jumlah anak usia masuk SD sedikit, sementara jumlah satuan pendidikan semakin banyak, ditambah pilihan orang tua yang cenderung menyekolahkan anak ke sekolah swasta menjadi faktor minimnya pendaftar ke SD Negeri

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved