Pakar UGM Tanggapi Ukuran Rumah Subsidi 18 Meter Persegi: Perencanaan Tumbuhnya Harus Jelas
Ia menjelaskan bahwa rumah dengan luas 18 meter persegi lazim digunakan sebagai hunian awal bagi korban bencana.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Ikaputra menggarisbawahi pentingnya rencana pertumbuhan rumah sejak tahap awal.
Hal ini menyangkut tidak hanya struktur bangunan yang aman, terutama terhadap gempa, tetapi juga penataan ruang yang mendukung kehidupan keluarga secara berkelanjutan.
Ia menyampaikan pengalaman UGM dalam membangun rumah pascabencana gempa di Yogyakarta dan letusan Merapi menunjukkan bahwa rumah tumbuh bisa berhasil jika desain arsitektural dan strukturalnya dirancang sejak awal.
“Yang penting bukan hanya besar rumahnya, tapi bagaimana rumah itu bisa berkembang dengan aman dan manusiawi. Perencanaannya ini penting dan harus jelas dari awal karena rumah layak bukan hanya soal luas, tapi juga soal hidup yang layak di dalamnya. Jangan sampai niat baik menghadirkan hunian malah berujung pada kawasan yang tidak layak,” pungkasnya. (*)
| Pakar UGM Sebut War Tiket Haji Tidak Bisa Langsung Dilakukan, Tunggu Antrean Selesai |
|
|---|
| Arsitektur sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif: Integrasi Seni Budaya dalam Pembangunan Kota |
|
|---|
| Pakar Geopolitik UGM soal Prabowo Jadi Mediator: Syarat Harus Netral, Indonesia Sudah Masuk BoP |
|
|---|
| Perluasan MBG Dikebut, Kesiapan Layanan Primer dan Keamanan Pangan Masih Jadi PR |
|
|---|
| Pakar UGM Soroti Lemahnya Akses Lokasi Bencana di Aceh: Rencana Kontinjensi Pemerintah Belum Efektif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-rumah-subsidi.jpg)