Plastik Masih Jadi Masalah Tersendiri Persampahan di DIY 

Menurut kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, kendala yang dihadapi untuk menyelesaikan persoalan sampah plastik beragam.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo 

Pemkab Sleman terus berupaya mengurai persoalan ini, dengan pengolahan menjadi refuse derived fuel atau bahan bakar alternatif.

Tetapi persoalan sampah plastik belum sepenuhnya selesai. 

"Kendalanya karena sampah kita (di Sleman) campur. Kalau campur susah mengelola. Jadi untuk mengolah sampai akhir susah sehingga kita tetap imbau masyarakat pilah sampah. Karena itu akan mempermudah kita menangani sampai akhir," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani.

Epiphana mengatakan, timbulan sampah di Sleman terbanyak adalah sampah organik.

Adapun komposisinya, limbah organik 46-50 persen dari total 602 ton sampah per hari. 

Disusul sampah plastik 37 persen dan sisanya sampah kertas dan lain sebagainya. 

Jika melihat data tersebut, penggunaan limbah plastik sekali pakai bukan berarti rendah.

Faktanya limbah plastik yang dihasilkan setiap hari di Kabupaten Sleman masih tinggi. 

"Ini yang tetap perlu kita sadarkan, karena plastik itu tidak mudah terurai," sebutnya. 

Epiphana bilang, sampah plastik yang terkena beban semakin lama tidak terurai melainkan bisa pecah menjadi mikro plastik dan hal tersebut sangat berbahaya.

Mikro plastik yang mencemari lingkungan dan mengalir sampai ke laut bisa masuk ke makhluk hidup seperti penyu hingga ikan.

Padahal ikan dikonsumsi manusia yang berarti bisa mengontaminasi tubuh. 

Karena itu, edukasi kepada masyarakat agar mengurangi sampah plastik menjadi sangat penting.

Langkah konkretnya adalah dengan kebiasaan yang paling sederhana. 

Misalnya, ketika berbelanja biasakan menggunakan kantong belanja yang bisa kembali dipakai. 

"Penggunaan kantong belanja yang tidak sekali pakai ini akan lebih baik sehingga bisa mengurangi sampah plastik," ujarnya.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved