Kemensos RI Kini Ubah Konsep Bantuan Sosial ke Bentuk Pemberdayaan Masyarakat

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan ke Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
PEMBINAAN : Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono (tengah) saat memberikan pembinaan bagi warga Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Senin (30/06/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan ke Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Senin (30/06/2025).

Salah satu kegiatannya adalah memberikan pembinaan ke warga yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Agus menjelaskan pembinaan tersebut menjadi cara baru Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam menekan kemiskinan.

"Prioritas program kami kan di perlindungan dan jaminan sosial, sekarang sedang diubah konsepnya dari bantuan sosial ke bentuk pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Menurut Agus, konsep tersebut dipilih agar warga penerima bantuan tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah.

Mereka dibina agar menjadi lebih berdaya, produktif, dan mampu memiliki penghasilan sendiri.

Program pemberdayaan tersebut mulai dilakukan ke beberapa Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul di DIY.

 Sedangkan di Jawa Tengah (Jateng) programnya merambah lebih luas lagi, yaitu menyentuh 923 desa.

"Kami mulai di 9 desa di Jateng, di mana warganya membuat kerajinan berbahan eceng gondok," ungkap Agus.

Baca juga: Peringati HUT Ke-50 PSM, Wamensos RI Ikut Turun Bersihkan Saluran Irigasi di Nanggulan Kulon Progo

Warga Kalurahan Kembang, Nanggulan dibina untuk membuat berbagai produk berbahan pelepah pisang yang dikeringkan.

Produk yang sudah dihasilkan seperti keranjang, kertas, hingga kursi.

Programnya dikerjakan secara sinergis antara Kemensos RI, Dinas Sosial (Dinsos) DIY, dan Dinsos Kulon Progo. Pelatihan melibatkan pelaku usaha kerajinan lokal Kulon Progo, yaitu Murakabi Craft.

"Selain produktif, kerajinan yang dibuat juga bisa dikatakan ramah lingkungan," kata Agus.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko mengatakan pemberdayaan menjadi cara yang tepat untuk menekan angka warga kurang mampu di wilayahnya.

Sebab pemberdayaan akan membuat mereka lebih mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan.

Ia berharap konsep serupa juga dikembangkan di wilayah lain di Kulon Progo, terutama yang kemiskinannya cukup tinggi.

Cara tersebut dinilai bisa membuat angka kemiskinan Kulon Progo bisa lebih rendah, yang mana saat ini menjadi yang tertinggi di DIY.

"Seluruh Lurah kalau bisa memantau warganya agar ikut kegiatan pemberdayaan, serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran," kata Ambar.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved