SPMB 2025

SPMB 2025: 40 SD di Bantul Sepi Pendaftar

Jumlah itu terdiri atas 29 SD negeri kurang dari 10 pendaftar dan 11 SD swasta yang sepi peminat pendaftar saat SPMB.

MChe Lee/Unsplash.com
Ilustrasi sekolah 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mengalami sepi peminat pendaftar selama pendaftaran dan seleksi sistem penerimaan murid baru (SPMB) dibuka pada 2-4 Juni 2025.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Edy Sutrisno, menyampaikan total 40 SD negeri dan swasta yang sepi peminat pendaftar SPMB.

Jumlah itu terdiri atas 29 SD negeri kurang dari 10 pendaftar dan 11 SD swasta yang sepi peminat pendaftar saat SPMB. 

"Bahkan, di SD Negeri 1 Jatimulyo, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, sampai sekarang sama sekali tidak ada pendaftarnya. Karena memang di situ sudah tidak ada pasangan usia subur dan memang daerahnya agak terpencil," katanya, kepada awak media.

Lebih lanjut, Edy menyebut bahwa sebenarnya sekolah-sekolah yang sepi peminat, seperti di SD 1 Negeri Jatimulyo, sempat akan dilakukan regrouping atau penggabungan sekolah-sekolah yang sepi peminat menjadi satu sekolah.

Itu dilakukan agar sistem pendidikan di daerah yang bersangkutan menjadi efisiensi dan pemerataan kualitas pendidikan.

Hanya saja, sampai saat ini belum terlaksana dikarenakan dikhawatirkan berimbas dengan adanya anak putus sekolah.

"Di sana kan gurunya non pegawai negeri sipil (PNS). Kalau kondisi (sepi pendaftar SPMB) memang tidak ada PNS dan kepala sekolah juga pelaksa tugas (Plt)," jelasnya. 

SD N 1 Jatimulyo sendiri sebenarnya masih memiliki kondisi kelas yang sesuai dengan standar pendidikan. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pendaftar di sekolah itu cukup banyak, sehingga diberikan fasilitas yang memadai.

"Tapi karena kondisi siswa sekarang seperti ini, untuk biaya perawatan (sekolah) dan sebagainya akhirnya tidak ada. Ya relatif kurang terawat, tapi posisinya untuk pelaksanaan pembelajaran ya siap," urainya.

Di lain sisi, Edy mencatat, dari hasil pelaksanaan SPMB tahun ini, sudah ada 12.021 siswa yang dinyatakan diterima untuk mengikuti pendidikan di jenjang SD di Bumi Projotamansari, dari total 14.722 siswa lulusan TK B/RA dan dan total daya tampung 17.843 siswa untuk SD/MI negeri dan swasta.

Terpisah, Penjaga SD 1 Jatimulyo, Giyanto, mengaku, bahwa benar sampai saat ini tidak ada siswa baru yang mendaftar sekolah di SD N 1 Jatimulyo. 

"Ini sudah sekitar dua tahun terakhir tidak ada murid baru. Dan selama ini dari dinas (Disdikpora Bantul) belum ada wacana melakukan regrouping sekolah. Jadi, gurunya ya masih ada tiga, satu guru agama dan dua guru kelas," ucapnya.

Kemudian, tiga guru itu mengajar di kelas tiga sampai enam SD N 1 Jatimulyo dengan jumlah tujuh siswa. Di mana, kelas tiga diisi oleh satu siswa, kelas empat diisi dua siswa, kelas lima diisi satu siswa, dan kelas enam diisi tiga siswa.

"Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, iya bisa terancam untuk kelangsungan selanjutnya. Ya nanti nasib para guru dan sebagainya kemungkinan akan mendapatkan insentif dari APBD dan mungkin dicarikan sekolah yang gurunya sudah pensiun," papar dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved