Ruzan & Vita Rayakan 20 Tahun Cinta Lewat Album ‘Pesta Rock n Roll’
Ruzan kini kembali dengan gebrakan baru: sebuah album penuh berjudul Pesta Rock n Roll (20th Anniversary of Love and Happiness).
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musik blues di Indonesia tengah berkembang ke arah yang lebih terbuka dan variatif.
Tak melulu soal struktur 12-bar atau tiga akor yang identik dengan akar blues klasik, kini banyak musisi mulai mengeksplorasi formula baru yang lebih ringan, lebih melodius, bahkan lebih pop.
Salah satu sosok yang ikut merayakan kebebasan itu adalah Ruzan Fikra.
Setelah sebelumnya melepas single ‘Bidadari Kecilku’, Ruzan kini kembali dengan gebrakan baru: sebuah album penuh berjudul Pesta Rock n Roll (20th Anniversary of Love and Happiness).
Album ini bukan hanya proyek musik semata, melainkan selebrasi dua dekade kisah cinta Ruzan bersama sang istri, Vita, yang sekaligus menjadi rekan duetnya di album ini.
Rekaman dilakukan di Gosnells Studio dan Studio Ruzan, dengan warna musik yang menjadi gabungan unik antara selera pop-jazz milik Vita dan gaya blues khas Ruzan.
Ceritanya pun cukup manis, berawal dari keisengan Vita menyanyikan lagu-lagu karya Ruzan, justru suara khasnya malah menginspirasi lahirnya komposisi-komposisi baru yang terdengar intim dan personal.
Ruzan sendiri bukan nama baru di kancah blues Yogyakarta.
Baca juga: Batiga Kembali Setelah Enam Tahun, Merilis ‘Narasi Sunyi’ sebagai Tanda Rindu yang Nyata
Ia aktif sejak 2004 hingga 2012, sebelum memutuskan vakum selama 12 tahun.
Di album ini, ia kembali memainkan gitar blues-nya yang khas, namun kali ini dalam nuansa yang lebih hangat, lebih romantis, dan lebih bersahabat.
"Blues itu tidak harus galak dan ngerock, makanya di album ini aku pengen kembali ke esensi blues sebelum bercampur dengan musik rock di tahun 60an" ujar Ruzan
Di sisi lain, proses pembuatan album ini tidak tanpa tantangan. Meski semua materi lagu ditulis hanya dalam waktu seminggu, bagian rekaman justru jadi pengalaman yang penuh perjuangan, terutama bagi Vita.
“Ternyata aku tuh aslinya bukan penyanyi. Jadi proses rekaman ini benar-benar menantang buatku,” ujar Vita.
Untungnya, kolaborasi mereka dengan Garry Mailangkay (Eastern Gangster, Laquena) sebagai produser memberi sentuhan pop-blues yang segar dan easy listening.
Kombinasi ini membuat album terasa ringan, namun tetap menyimpan kedalaman emosi.
Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan Kini Dilengkapi Area Bermain |
![]() |
---|
Gerakan Mas Jos Dorong Warga Yogya Olah Sampah dari Rumah |
![]() |
---|
Mapolda DIY Dibersihkan Usai Kericuhan, Sri Sultan HB X Pastikan Situasi Kondusif |
![]() |
---|
Penerimaan Mahasiswa Baru STIPRAM Naik 5 Persen, Program S1 Kepariwisataan Jadi Favorit |
![]() |
---|
Gedung Rusak saat Demo, Layanan SKCK hingga Pengaduan di Polda DIY Ditutup Sementara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.