Antisipasi Penyebaran Covid-19, Sekda Bantul Ingatkan Masyarakat Terapkan PHBS dan Manfaatkan CKG
Sekda Bantul berusaha melakukan langkah utama sebelum adanya peningkatan kasus Cpvid-19 di Bumi Projotamansari.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) hingga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara, khususnya di Asia dan ASEAN.
"Di ASEAN, saat ini terjadi peningkatan Covid-19. Meskipun varian Covid-19 ini tidak menimbulkan ancaman kematian atau kesakitan yang luar biasa, tentu sangat mengganggu apabila kita terjangkit penyakit tersebut," katanya, Minggu (8/6/2025).
Di sisi lain, pihaknya belum mengetahui perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bantul.
Pasalnya, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait hal tersebut.
Namun demikian, pihaknya berusaha melakukan langkah utama sebelum adanya peningkatan kasus tersebut di Bumi Projotamansari.
"Saya belum dapat laporan soal itu. Ya tentu kita bergerak jangan tunggu ada kenaikan kasus secara signifikan. Jadi, kita bergerak lebih awal untuk mencegah kasus itu," tutur Agus yang merupakan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.
Untuk mencegah terjadinya peredaran kasus Covid-19 di wilayah kerjanya, Agus pun mengajak masyarakat agar kembali menerapkan PHBS, menjaga protokol kesehatan, hingga memanfaatkan fasilitas CKG yang dapat diakses di Puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Kalau misalnya terjadi gejala seperti influenza, kami sarankan agar gunakan masker, hindari kontak langsung, buat jarak dengan masyarakat, dan tetap rajin periksa ke layanan kesehatan terdekat atau melaporkan kepada teman-teman Puskesmas," pesannya.
Baca juga: Menkes Akui Kasus Covid-19 di Indonesia Mengalami Kenaikan, Jenisnya Subvarian Omicron JR1
Lebih lanjut, Agus menyebut bahwa pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada seluruh jajaran kesehatan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi, melakukan identifikasi, serta sosialisasi penegakkan protokol kesehatan.
Tidak hanya itu saja, pihaknya juga akan melakukan komunikasi kepada sejumlah stakeholder termasuk organisasi keagaaman Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
Pasalnya, dua komunitas itu sangat besar dan memiliki tokoh yang berpengaruh.
"Nah, kita membutuhkan mereka untuk mendorong keikutsertaan di dalam program-program pemerintah," tutup dia.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul kembali melakukan sosialisasi terkait antisipasi sebaran Covid-19 ke sejumlah fasilitas layanan Kesehatan (Fasyankes) baik Puskesmas, klinik kesehatan, maupun rumah sakit, setelah beberapa waktu kasus Covid-19 landai.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengungkapkan, hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor SR.03.01/C/1422/2025 terkait peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19.
"Tapi, selama beberapa bulan sampai saat ini, kami belum menemukan sebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Bantul," katanya, Senin (2/6/2025).(*)
| Genjot Capaian CKG, Dinkes Bantul Dorong Sejumlah Stakeholder Aktif Skrining Kesehatan |
|
|---|
| Cakupan CKG Kulon Progo Masih 17 Persen, Hipertensi Jadi Temuan Utama |
|
|---|
| Viral Wisatawan Pantai Parangtritis Tak Boleh Foto Mandiri, Pemkab Bantul Klarifikasi: Boleh, Bebas |
|
|---|
| Wamenkes RI Tinjau Cek Kesehatan Gratis di DIY Sebagai Bagian Percepatan Eliminasi TBC |
|
|---|
| Dinkes Bantul Akan Sasar Sekitar 460 Ribu Orang untuk Program Cek Kesehatan Gratis Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-penularan-covid-19_19112021.jpg)