Manfaatkan AI, PLAI BMD Kembangkan Inovasi SANTUN Hilangkan Konten Negatif

Aplikasi SANTUN  memang tidak bertujuan bisnis semata, melainkan berlandaskan aspek sosial dan religius.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Istimewa
AKAL IMITASI - PLAI BMD mengembangkan aplikasi SANTUN untuk menghilangkan konten negatif 

Ia menekankan, aplikasi SANTUN  memang tidak bertujuan bisnis semata, melainkan berlandaskan aspek sosial dan religius.

Sekadar contoh, aplikasi Signal atau Open AI juga berangkat dari visi positif dan penekanan fitur teknologi keamanan, ketimbang aspek bisnis, sehingga menuai dukungan funding dan pengguna. 

“Misalnya, kampus tengah mengembangkan aplikasi Ojek Merdeka, aplikasi ojek online (ojol) yang servernya bisa dikelola oleh teman-teman ojol sendiri, sehingga bisa meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Dengan begitu, Ridho menyatakan, AI dapat dimanfaatkan sesuai nilai-nilai Pancasila.  

“Saya menyebutnya AI yang AI, AI yang Asli Indonesia. Di PLAI BMD, kami juga mengembangkan roket ROS-13 dan mobil cerdas VELOQU yang bermanfaat untuk pendidikan hingga pertahanan dan keamanan,” ujar dia.

Ia mengatakan, berbagai inovasi ini sesuai desain pembelajaran di kampus itu yang menekankan penguasan teknis.

“Kurikulum kami terdiri dari 70 persen praktik dan 30 persen teori, serta bekerja sama dengan 13 mitra industri yang mendukung perkuliahan di tiga prodi, yakni Kecerdasan Buatan dan Robotika, Sains Data Terapan, dan Rekayasa Keamanan Siber,” katanya.

Setelah menerima SK Izin pendirian kampus dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, awal Mei 2025 ini, kampus di Jalan Raya Tajem di eks ADiTV ini siap menerima mahasiswa baru.

“Kami juga menawarkan banyak beasiswa untuk mencetak talenta-talenta digital unggulan yang mampu memanfaatkan AI untuk kemajuan bangsa,” tandas Ridho. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved